Liverpool Berhasil Meraih Kemenangan 2-0 Dari Porto

The Reds masih menjaga kesempurnaan pada babak grup kompetisi Liga Champions 2021-2022, setelah Liverpool berhasil mengalahkan Porto dengan skor 2-0.

Di laga kelima Seri B di Stadium Anfield, pada hari Kamis 25 November 2021 dini hari WIB, The Reds tetap bermain seius meski pun berhasil lolos ke Liga Champions, mereka menciptakan sebelas attempts dengan 5 on gol, sementara itu Porto hanya diberikan satu kali shot on sasaran dari jumlah sembilan percobaan.

Gol-gol The Reds dibuat pada fase kedua dari Alcantara dimenit kelima puluh dua serta Mohamed Salah pada menit ketujuh puluh, The Reds kukuh berada diatas puncak klasemen dengan koleksi lima belas angka alias sangat sempurna, sedangkan Porto berada diurutan kedua dengan koleksi lima angka.

Perebutan satu tiket yang tersisa sangat sulit pada maychday terakhir 08 Desember 2021 saat AC Milan menjamu The Reds serta Porto melawan Atletico Madrid.

Jalannya Pertandingan

The Reds yang telah memastikan berhasil lolos masih memainkan beberapa pemain intinya, seperti Alisson Becker dibawah mistar, Sadio Mane dan Mohamed Salah tetap diposisi depan, Tyler Morton memperoleh debut diajang Eropa.

Porto yang masih membutuhkan kemenangan tampil dengan sangat agresif semenjak menit awal, mereka telah memiliki kesempatan dimenit kedelapan melalui sundulan Mehdi taremi, tapi si kulit bundar mengenai Joel matip serta berakhir tendangan sudut.

Kesempatan terbaik Porto datang pada menit kedua belas melalui sebuah serangan balik yang bisa membongkar pertahanan The Reds, Luis Diaz berhasil menaklukkan Willaims serta memberikan sebuah umpan tarik kearah kotak pinalti.

Otavio masih berada bebas ketika menerima si kulit bundar tersebut, namun tendangannya justru masih melebar.

The Reds baru dapat memperoleh kesemapatan dimenit kedua puluh empat ketika Mohamed Salah memperoleh si kulit bundar liar lewat blunder penjaga gawang Porto Diogo Costa.

The Reds mengalami kesulitan menerobos pertahanan kuat Porto pada fase pertama, sekalinya membuat gol dimenit ketiga puluh tijuh melalui Mane, VAR menganulirnya.

Sadio Mane pun divonis offside ketika menerima sebuah umoan terobosan dari Thiago Alcantara, sebelum ia menendang lewat jarak jauh, diakhir fase pertama, Sadio Mane sempat memiliki kesempatan lagi namun Fabio cardoso mampu mengandangnya.

Setelah tampil seri tanpa ada yang tercipta gol pada fase pertama, kebuntuan pun akhirnya terpecahkan pada menit kelima puluh dua, The Reds memimpin melalui golnya Thiago Alcantara.

Berawal si kulit bundar sapuan Mbemba yang kurang begitu sempurna, si kulit bundar jatuh dijalur Thiago Alcantara yang langsung memberikan tendangan lewat luar kotak pinalti serta membobolin gawang Costa.

Dimenit keenam puluh dua, Minamino sempat membobolin gawang Porto pun melalui sepakan dari jarak dekat, namun sangat disayangkan sekali Takumi Minamino telah duluan offside.

Mohamed Salah sebagai pemain penyerang berasal dari Mesir tersebut menambahkan skor Liverpool dimenit ketujuh puluh, Morton memberikan si kulit bundar lambung lewat lini pertahanan yang diarahkan kepada Mohamed Salah disebelah kanan.

Mohamed Salah bermain umpan one-two dengan Jordan, sebelum melewati Uribe serta menendang kearah sudut kiri gawang.

Setelah unggul 2-0, The Reds menurunam waktu permainan serta lebih banyak memainkan si kulit bundar demi menjaga keunggulan itu.

Sampai berakhirnya pertandingan Liverpool melawan Porto, tuan ruma tak menambahkan gol.

Laurent Dinilai Cocok Menjadi Pelatih Manchester United

Siapa yang akan menggantikan “Ole Gunnar Solskjaer” di klub Setan Merah yang masih jadi teka teki, Dimitar Berbatov pun menilai bahwa Laurent sangat cocok menjadi pelatih Manchester United.

Ole Gunnar Solskjaer pun harus keluar dari Old Trafford sehabis Setan Merah mengalami kekalahan 4-1 dari Watford di dalam kompetisi League Premier, Michael Carrick sekarang ini diyakini sebagai karteker sambil menanti keputusan manajemen mendatangkan pelatih baru.

Banyak nama manajer yang sampai saat ini telah dikait kaitkan dengan Manchester United, Dimitar Berbatov sebagai eks pemain stiker Manchester United tergoda dengan nama Laurent Blanc yang juga namanya dikaitkan dalam pemilihan menjadi manajer Manchester United.

Laurent Blanc juga pernah membela Setan Merah pada tahun 2001 hingga 2003, eks pemain bek yang berasal dari Prancis itu berhasil merasakan piala Liga Inggris diakhir karier sepak bolanya.

“Laurent Blanc ialah kandidat yang menarik, ia ialah eks pemain Manchester United, yang telah memenangkan segalanya, sudah mealtig Prancis dan Paris Saint-Germain, mempunyai rasa hormat dari pemain-pemain serta Laurent Blanc mempunyai karisma serta ketenangan dibutuhkan untuk mengelola klub Manchester United,” ucap Berbatov kepada Betfair.

Laurent Blanc sekarang ini sedang bekerja menjadi manajer Al-Rayyan SC semenjak Desember 2020, seandainya Manchester United tertarik kepada dirinya, tentu ada bayar yang harus ditembus diberikan ke Al-Rayyan SC biar bisa merekrut Laurent Blanc.

Sampai sejauh ini peserta terkuatnya ialah Zinedine Zidane sebab tanpa kubu, nama-nama seperti Mauricio Pochettino, Brendan Rodgers dan Erick ten Hag, akan tetapi, sangat rumit sebab masih milik klub lain.

“Sulit untuk bisa melihat bagaimana Pochettino ke Manchester United dalam waktu dekat, salah satu solusinya bisa saya lihat ialah jika Zinedine Zidane pergi bergabung ke Paris Saint-Germain, kalau ia terbuka untuk itu mau pergi, maka saya dapat melihat pergantian Pochettino akan segera terjadi,” Berbatov meneruskan.

“Konon, kerap ada kejutan saat harus memilih pelatih, saat Jose Mourinho dipecat dari klub Manchester United, siapa yang berpikir Solskjaer bakal menggantikannya serta tetap bisa memimpin selama 3 tahun? kami sudah terkejut dimasa lalu serta mungkin bakal terkejut lagi,” tegasnya.

Liverpool Meraih Kemenangan Telak 4-0 Dari Arsenal

Liverpool Bermain dominan sepanjang pertandingan pertama The Gunners untuk mendapatkan tiga angka, Liverpool mengakhiri dengan meraih kemenangan 4-0.

Pertandingan diadakan di Stadium Anfield, pada hari Minggu 21 November 2021 dini hari WIB, The Reds membuat sembilan belas attempts dengan 9 mengarah tepat ketarget dan menguasai enam puluh tiga persen ball possesion.

The Gunners hanya diberikan 5 attempts dengan 3 on goal, The Reds hanya menciptakan satu gol saja di fase pertama dari Sadio, sebelum menambahkan 3 gol pada fase kedua lewat Diogo Jota, Takumi Minamino dan Mohamed Salah.

Tambahan tiga angka membuat The Reds berada diurutan kedua klasemen sementara dengan koleksi dua puluh lima angka dari dua belas pertandingan, Selisih empat poin dari The Blues berada di puncak klasemen, sedangkan The Gunners masih tetap berada diurutan kelima dengan koleksi dua puluh angka.

Jalannya Pertandingan

The Reds memang menguasai jalannya laga, namun mereka mengalami kesulitan untuk menciptakan kans bersih dihadapan gawang The Gunners, setidaknya dalam dua puluh menit pertama.

The Gunners pun berusaha mencuri kesempatan dari sebuah serangan balik sempat beberapa kali menembus pertahanan The Reds, namun berhasil diamankan oleh Van Dijk dan kawan-kawannya.

Kesempatan pertama di pertandingan ini kemudian muncul dimenit kedua puluh sembilan, berawal crossing Alexander Arnold, si kulit bundar kearah Alcantara yang langsung ditendang namun masih dapat dihalau oleh Aaron Ramsdale.

Si kulit bundar rebound digapai oleh Sadio yang berusaha memasukkan bola ke gawang serta Ramsdale dengan kilat menepisnya keluar tendangan sudut.

Berselang dua menit, The Gunners sempat menciptakan gol dari Lacazette melanjutkan sebuah umpan Emerick Aubameyang, namun dianulir sebab dia telah terjebak off side.

Mikel Arteta dan Juergen Klopp sempat beradu argumen dipinggir lapangan yang bikin keduanya memperoleh kartu kuning dari wasit, menyusul sebuah pelanggaran dari Sadio Mane kepada Tomiyasu.

Ramsdale terus-terus membuat The Reds frustasi saat umpan tarik dari Tsimikas yang diterima dengan tendangan dekat Salah berhasil dihalaunya dimenit ke-35.

Begitu juga dengan sepakan Trent di dalam kotak pinalti yang mampu ditepis oleh Ramsdale, ketangguhan dia akhirnya runtuh dimenit ke-39.

The Reds memperoleh free kick di kotak pinalti yang dieksekutor Trent dengan sangat sempurnah mengarah kepada SAdio Mane di dalam kotak pinalti, dan membuat Liverpool unggul 1-0.

The Gunners memperoleh shot on sasaran pertamanya dimenit ke-43 dari tendangan Sambi Lokong, tapi si kulit bundar tempat dipelukan Becker, skor diatas tetap bertahan sampai turun minum.

Pada fase kedua, The Reds masih menguasai laga dan hampir menambahkan skor saat Chamberlian memperoleh si kulit bundar sodoran Fabinho dimenit ke-50, namun tendangannya masih melebar.

Berselang dua menit, kesalahan Nuno dalam mengoper dipertahanan sendiri membuat Jota gampang merebutnya, masuk ke dalam kotak pinalti, Jota berhasil mengecoh Ramsdale dan Ben Wgite, untuk membobolin gawang sekaligus membuat The Reds unggul 2-0.

Setelah itu The Reds makin trengginas mengancam pertahanan The Gunners, Ramsdale harus mengalami jatuh bangun untuk menepis si kulit bundar tendangan dari Mane sebelum menghalau rebound dari Mohamed Salah.

The Gunners memperoleh kesempatan dimenit ke-64 saat Emerick Aubameyang memperoleh umpan terobosan, sambil dijaga Matip, Aubameyang yang masih mampu menendang serta kaku Alisson menghalau bola.

Salah! pemain yang berasal dari Mesir tersebut akhirnya menciptakan gol dimenit ke-73, bermula bola lambung dari Alisson mengarah ke pertahanan The Gunners, Mane memperolehnya.

Menerobos lewat sebelah kiri, dia memberikan si kulit bundar silang yang gampang disontek, The Gunners nyaris membuat gol dari sepakan Thomas lewat luar kotak pinalti dimenit ke075, namun masih dapat dihalau oleh Alisson.

The Reds justru menambahkan skor dimenit ke-77 dari pemain pengganti Minamino, terus-terus serangan balik The Reds bikin lini belakang The Gunners kelabakan serta umpan tarik dari Trent gampang diterima dengan sepakan Minamino di mistar jauh untuk keunggulan Liverpool 4-0.

5 Statistik Arsenal Vc Liverpool, Big Match Premier League

Big match diadakan diakhir pekan ini saat Liverpool melawan Arsenal, perhatikan statistik seputaran laga tersebut.

Pertandingan Liverpool lawan Arsenal akan diadakan di Stadium Anfield, pada hari Minggu 21 November 2021 dini hari WIB, kedua kubu ketat diatas papan klasemen, The Reds berada diurutan keempat dengan koleksi dua angka dari Arsenal dibawahnya.

The Gunners berhasil meraih tiga kemenangan di dalam lima laga terakhirnya dengan The Reds diajang domestik, meski pun demikian, Arsenal masih belum pernah meraih kemenangan di Merseyside pada pertandingan Liga Inggris semenjak meraih kemenangan 2-0 pada Sep-12.

Pertandingan pasti akan berlangsung sangat sengit lantaran kedua kubu sedang onfire, The Reds baru sekali mengalami kekalahan di Liga inggris musim ini, sementara itu The Gunners sedang menanjak sehabis tak terkalahkan di 8 laga terakhir.

Siapa yang akan menang? Perhatikan 5 Statistik Pertandingan Liverpool vs The Gunners:

1). The Reds sudah memenang 5 laga markas melawan The Gunners di kompetisi Premier League, menciptakan tiga gol disetiap kemenangannya, terakhir kali The Reds mempunyai kans kemenangan lebih panjang saat berhadapan dengan The Gunners terjadi diantara Sep’81 dan Januari’88 “tujuh berturut-turut”.

2). Semenjak Juergen Klopp melatih The Reds, The Gunners hanya sekali saja meraih kemenangan dari sebelas laga Liga Inggris melawan Liverpool bermain imbang tiga kali dan tujuh kali kalah, sedangkan Arsenal tertinggal 0-1 untuk membalikkan kemenangan 2-1 pada Juli’20 di Emirate.

3). Kekalahan The Reds ditangan West Ham United mengakhiri laju dua puluh laga tak terkalahkan mereka di Liga Inggris, masing-masing dari 3 kekalahan terakhir mereka peroleh diajang ini ketika melawan Arsenal, dengan The Reds kalah beruntun melawan Fulham dan Chelsea sebelum laju tak terkalahkan tersebut berhenti.

4). The Gunners saat ini dalam laju tak terkalahkan terlama dari kubu mana pun di Liga Inggris (delapan pertandingan – menang enam, dan dua bermain imbang). terakhir kali Arsenal melaju tanpa mengalami kekalahan terpanjang diajang pada Agustus-Desember’18 (14 pertandingan dibawah Unai Emery).

5). The Reds tak terkalahkan disembilan pertandingan markas Liga Inggris (lima menang dan empat imbang) setalah kalah 6 kali berturut-turut di Stadium Anfield sebelum ini, bagaimana pun, Liverpool sempat kalah dua pertandingan markas terakhirnya diajang liga 2-2, kehilang poin sama banyaknya dari urutan di pertandinga-pertandingan tersebut dalam dua puluh tiga laga markas digabungkan sebelumnya jadi empat angka.

Prancis Menangkan Berkat Gol Mbappe & Karim Benzema

Prancis menyelesaikan kiprahnya di penyisihan Piala Dunia-2022 dengan meraih kemenangan, Prancis menang dengan skor 2-0 berkat gol dari Kylian Mbappe dan Karim Benzema.

Prancis telah memastikan lolos ke Qatar melalui kemenangan dari Kazakhastan di pertandingan sebelumnya, melawan Finlandia di laga terakhir Seri D di Stadium Helsinki Olympic, pada hari Rabu 17 November 2021 dini hari WIB, menejer Prancis yakni Didier Deschamps merotasikan timnya.

Didier Deschamps melakoni 5 perubahan di timnya yang mengalahkan Kazakhstan, Karim Benzema dan N’Golo Kante diistirahatkan.

Prancis beberapa kali memperoleh kans untuk menciptakan gol pada fase pertama, salah satunya kesempatan ganda yang diperoleh Prancis dimenit ke-25.

Kylian Mbappe melepaskan sepakan dari pojok sempit disebelah kanan, namun si kulit bundar ditepis oleh Hradecky, si kulit bundar muntah mengarah kepada Dubois yang akhirnya memberikan kepada Griezmann, dia melepaskan sepakan, namun masih saja melebar dari target.

Mbappe kembali memperoleh kesempatan setelah memperoleh si kulit bundar dari Antoine Griemann, tapi kali ini sepakannya masih menyamping dari gawang.

Setelah tidak ada gol yang tercipta di fase pertama, Prancis memainkan Karim Benzema dimenit ke-56 untuk menambahkan kekuatan menyerang, hasilnya, pemain striker Real Madrid tersebut memecahkan kebuntuhan Timnas Prancis dimenit ke-66.

Benzema melakoni kerjasama one-two dengan Karim Benzema dikotak pinalti Finlandia, Karim Benzema akhirnya memberikan sepakan yang sempat mengenai Vaisanen serta masuk ke dalam gawang.

Berselang sepuluh menit, Karim Benzema menambahkan skor Prancis, Karim Benzema menggiring si kulit bundar disisi kiri serta melepaskan dirinya dari kawalan Leo Vaisanen untuk masuk ke dalam kotak pinalti, kemudian ia melepaskan sepakan terukur dengan menggunakan kaki kanan yang mengarahkan ke sudut bawah kanan gawang Finlandia.

Dengan hasil ini, kesempatan Finlandia untuk maju ke fase play off berakhir, Finlandia finis diurutan ketiga dengan koleksi sebelas angka dari delapan pertanidngan, Finlandia disalip oleh Ukraina disaat bersamaan menang dengan skor 2-0 dari Bosnia Herzegovina.

Sementara itu, Prancis berada diatas puncak klasemen Seri D penyisihan Piala Dunia 2022 dengan koleksi 18 angka dari delapan laga.

Berkat Morata, Spanyol Berhasil Lolos Ke Piala Dunia 2022

Spanyol memperoleh tiket ke ‘Piala Dunia 2022’ sesudah mengalahkan Timnas Swedia dengan skor 1-0, gol kemenangan Spanyol diciptakan oleh Alvaro Morata.

Spanyol melawan Swedia diadakan di Seville, Stadium Estadio La Cartuja dalam pertandingan pamungkas babak Grup B penyisihan Piala Dunia 2022, pada hari Senin 15 November 2021 dini hari WIB, Timnas Spanyol hanya butuh bermain imbang untuk memperoleh tiket ke Qatar.

Disisi lain, Swedia harus meraih kemenangan supaya menjadi juara Seri B dan memperoleh tiket ke Qatar, Zlatan Ibrahimovic dan rekan-rekan, sebelum pertandingan berlangsung tertinggal satu angka dari Spanyol.

Spanyol akhirnya bisa meraih kemenangan 1-0, gol kemenangan diciptakan oleh Alvaro Morata dimenit ke-86, yang baru start pertaidngan di fase kedua menggantikan Sarabia.

Spanyol berhak memperoleh tiket ke Qatar sesudah menjadi juara Seri B dengan koleksi sembilan belas angka, sedangkan Swedia harus melalui fase play off sebab jadi runner up dengan koleksi lima belas angka saja.

Jalannya Pertandingan

Spanyol dominasi penguasaan si kulit bundar semenjak menit pertama, tapi tidak mudah bisa menerobos masuk ke kotak pinalti Swedia, Spanyol membuat percobaan perdananya lewat luar kotak pinalti dari si kulit bundar sepakan Sarabia yang masih belum mengarah kesasaran.

Swedia, yang tampil lebih banyak bertahan, hanya mencoba menanti momen untuk dapat melancarkan sebuah serangan balik, Swedia baru berusaha pada menit keenam belas dari kulit bundar sepakan dari jarak jauh Forsberg yang tidak mengarah ke target.

Spanyol melepaskan 2 percobaan lewat luar kotak pinalti dimenit ke-22, si kulit bundar percobaan Dani Olmo dan Jordi Alba pun tidak bisa mengarah tepat target.

Swedia justru hampir menciptakan gol dimenit ke-39, umpan silang berhasil diterima oleh Forsberg, tapi si kulit bundar masih melebar tipis disebelah mistar gawang Spanyol, skor masih kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum.

Swedia butuh kemenangan untuk memperoleh tiket ke Qatar, lebih mengancam pada fase kedua, ada 3 percobaan yang dilepaskan oleh Swedia pada sepuluh menit awal paruh fase kedua serta salah satu peluang emas ketika si kulit bundar sepakan dari Alexander Isak lewat luar kotak pinalti masih melebar.

Aymeric Laporte sebagai pemain pertama si kulit bundar tendangannya dapat mengarah tepat gawang, namun, percobaan pemain bek Spanyol tersebut dari luar kotak pinalti masih saja melebar dan si kulit bundar gampang diamankan oleh Robin Olsen.

Setelah berulang kali mengancam dari percobaan luar kotak pinalti, Timnas Spanyol kemudian bisa memimpin 1-0 dimenit ke-86, gol tersebut berawal dari sepakan jarak jauh oleh Dani Olmo yang membentur mistar gawang, si kulit bundar rebound akhirnya jatuh dikaki Alvaro Morata yang dengan santai memasukkan bola ke dalam gawang Swedia.

Tidak ada gol tambahan lagi sampai pertandingan usai, Timnas Spanyol bisa menang dan berhasil lolos ke Piala Dunia-2021 di Qatar.

Timnas Inggris Meraih Kemenangan Dari Albania 5-0

Timnas Inggris telah mendekatkan diri keputaran Final Piala Dunia 2022 sehabis mengalahkan Albania dengan skor 5-0, Harry Kane menjadi bintang dari hat-trick tiga gol.

Di laga kualifikasi Piala Dunia-2022 zona Eropa Seri I di Wembley, pada hari Sabtu 13 November 2021 dini hari WIB, Timnas Inggris menciptakan seluruh golnya pada fase pertama, 3 gol diciptakan oleh Herry Kane, yang dilengkapi oleh golnya Jordan Henderson dan Harry Maguire.

Tambah tiga angka mengukuhkan posisi Timnas Inggris berada dipuncak klasemen dengan koleksi 23 angka dari 9 pertandingan unggul 3 angka dari Polandia berada diurutan kedua, Timnas Inggris hanya membutuhkan satu angka ketika berhadapan dengan Polandia pada pertandingan terakhir untuk memastikan juara frup.

Albania berada diurutan ketiga dengan koleksi 15 angka.

Jalannya Pertandingan

Inggris menggunakan formasi menyerang (3-4-3) dengan menempatkan Phil Foden, Harry Kane, dan Raheem Sterling di depan, hasilnya dimenit ke-9, Haary Maguire telah membuka keunggulan Timnas Inggris.

Reece James mengirimkan sebuah umpan lewat situasi tendangan bebas serta bola disundulkan oleh Harry Maguire melalui asik Thomas Strakosha.

Albania memiliki peluang menyamakan kedudukan dimenit ke-14 ketika Kyle Walker melakoni blunder, si kulit bundar dirampas oleh Mryto Uzuni serta tinggal berhadapan dengan Pickford, namun tendangannya melayang keatas gawang.

Dimenit ke-18, Harry Kane menambahkan skor Inggris, tampil dengan one-two sama Foden, Henderson terbebas memberikan crossing diterima dengan sundulan Harry Kane serta si kulit bundar bersarang di dalam gawang Strakosha.

Henderson pun turut menciptakan gol dimenit ke-28, kali ini Henderson memainkan sebuah umpan one-two dengan Harry Kane serta masuk ke dalam kotak pinalti, untuk mengecohkan Veseli sebelum menendang kearah gawang Strakosha.

Dua menit kemudian Harry Kane berusaha menendang kearah sudut bawah kanan namun Frederic Veseli dengan kilat mengadangnya, Strakosha pun berhasil mengadang si kulit bundar sepakan Herry Kane dimenit ke-32.

Namun, Strakosha tidak berkutik dimenit ke-33 saat Herry Kane membobolin gawangnya, Sterling menerobos dari sebelah kiri dan memberikan si kulit bundar kearah Herry Kane, ia melewati adangan pemain serta menendang kearah sudut atas kanan.

Herry Kane hampir membuat hattrick dimenit ke-38 saat si kulit bundar umpan silang dari Sterling jatuh dijalur tembaknya. namun, si kulit bundar tendangan voli Herry Kane lebar tipis disisi gawang.

Kemudian Herry Kane pun bisa menciptakan hat-trick di pertandingan ini pada masa injury time fase pertama, Foden memberikan si kulit bundar silang kearah Herry Kane yang diterima dengan tendangan akrobatik serta si kulit bundar sempat mengenai pemain, sebelum bola masuk ke dalam gawang.

Unggul 5-0, Timnas Inggris mengendurkan serangan pada fase kedua, tak banyak kans yang dicptakan pada fase ini sebab Timnas Inggris lebih banyak tampil bola dilapangan tengah.

Inter Rindu Lukaku, Sebab Telah Dua Kali Gagal Penalti

Inter Milan telah dua kali gagal mengeksekutor pinalti pada musim ini, kalau Romelu Lukaku masih berada di klub, kemungkinan ceritanya akan berbeda lagi.

Inter Milan sudah membuang kans mengalahkan AC Milan akhir pekan lalu ketika memperoleh pinalti pada menit kedua puluh tujuh, Lautaro Martinez yang sebagai eksekusi pinalti gagal membuahkan hasil gol, sesudah si kulit bundar dihalau oleh Ciprian Tatarusnu.

Inter Milan yang unggul duluan dari sebuah pinalti Hakan Calhanoglu pada menit kesebelas mengalami kebobolan gol, sebab Stefan De Vrij membuah gol bunuh diri pada menit ketujuh belas, Inter Milan juga harus merasa puas dengan hasil imbang 1-1 serta kembali mengalami kegagalan untuk mengalahkan AC Milan pada musim ini.

Alhasil, Inter Milan pada saat ini tertahan di urutan ketiga klasemen dengan koleksi dua puluh lima angka dari dua belas pertandingan, hanya selisi tujuh poin dari klub AC Milan dan Napoli berada diatas puncak klasemen sementara.

Bagi Inter Milan ini ialah kali keduanya mereka mengalami kegagalan mengeksekutor pinalti, sesudah yang pertama kali ketika bermain imbang dengan klub Atalanta dengan skor 2-2 di pekan keenam, ketika itu sepakan dari Federico dimarco menghantam tiang gawang.

Dua pinali gagal tersebut berakibat hilangnya empat angka sehingga Inter Milan bisa saja pada saat ini berada di urutan ketiga, dengan selisih hanya tiga angka saja.

Akhirnya sorotan itu mengarah ke Lautaro Martinez yang sejatinya sebagai eksekusi utama Inter Milan pada musim ini, sepeninggalnya Romelu Lukaku, pada hal rekor pinalti sangat cukup bagus, seperti enam berhasil dari delapan peluang pada grup A.

Meski pun dua yang mengalami kegagalan tersebut datang dari lima pinalti terakhirnya, setelah, Lautaro Martinez dan Hakan Calhanoglu, terus Ivan Perisic dan Federico Dimarco. pada pertandingan kontra AC Milan, Hakan Calhanoglu telah mengambil eksekutor yang pertama sementara itu Ivan Perisic hanya pilih yang keempat dan Federico Dimarco hanya menjadi pemain cadangan.

Jika sudah begini, Inter boleh saja menjadi bagian merindukan Romelu Lukaku, Romelu Lukaku memang sedang kritis gol juga di klub The Blues pada saat ini, namun catatan pinaltinya begitu bagus ketika berseragam biru hitam.

Pemain yang berasal dari Belgia tersebut sukses mengonversikan kelima belas pinalti yang diperoleh bersama klub Inter Milan disemua ajang.

“Lautaro Martinez penendang pertama, terus Hakan Calhanoglu, dia meminta eksekusi yang pertama kali, jadi berikutnya Lautaro Martinez, mereka sendiri yang menentukan itu, Hakan Calhanoglu memang bermain sangat hebat malam ini.

Hakan Calhanoglu bermain sangat bagus ketika melawan klub Udinese, tak gampang mencadangkan siapa pun, sebab saya memiliki banyak pemain yang hebat,” kata menejer Inter Milan yakni Simone Inzaghi kepada Football Italia.

AC Milan Bermain Imbang 1-1 Dari Inter Milan

Pertandingan antara AC Milan lawan Inter Milan berakhir imbang, pinalti Calhanoglu terbalaskan sebab gol bunuh diri oleh Stefan De Vrij, pertandingan berakhir imbang 1-1.

AC Milan vs Inter Milan diadakan di Stadium San Siro, pada hari Senin 08 November 2021 dini hari WIB di dalam lanjutan Liga Italia, Inter Milan telah unggul dimenit ke-11 lewat sebuah pinalti Hakan Calhanoglu.

Keunggulan Inter Milan cuma bertahan 7 menit, setelah Stefan De Vrij bikin gol bunuh diri, akhirnya Inter Milan memperoleh pinalti lainnya dimenit ke-25, namun eksekutor Lautaro Martinez masih gagal membuahkan hasil.

Skor 1-1 tidak berubah hingga laga usai, hasil ini tidak mengubah posisi ke-2 kubu, AC Milan masih berada diurutan kedua dengan koleksi 32 angka dari dua belas pertanidngan dan Inter Milan berada diurutan ketiga dengan koleksi 25 angka.

Jalannya Pertandingan

Laga baru berlangsung 8 menit, Inter Milan telah memperoleh sebuah hadiah pinalti, berawal dari Frank Kessie memotong sebuah umpan Inter Milan, kemudian melakoni kesalah serta berujung melanggar Calhanoglu.

Wasit menunjuk kearah titik pinalti, yang dikonfirmasi oleh VAR, Hakan Calhanoglu maju sebagai eksekusi dan berhasil menaklukkan Tatarusanu dengan tendangan kearah tengah.

GOL! AC Milan akhirnya menyamakan skor dimenit ke-17, umpan silang dari Sandri Tonali lewat sebuah sepak bebas justru dibelokkan De Vrij kearah gawangnya sendiri, AC Milan lawan Inter Milan imbang 1-1.

Pinalti untuk Inter Milan dimenit ke-25, Darmian berhasil lolos serta merangsek ke dalam box pinalti, sebelum dijatuhkan Ballo Toure, Martinez sebagai eksekusi dan tendangannya kearah sudut kiri bawag gawang berhasil dihalau oleh Ciprian Tatarusanu.

AC Milan kembali mengancam pada menit ketiga puluh tujuh, saat Rafael Leao memperoleh sebuah sundulan dari Krunic, tendangan pertama dari Rafael Leao dihalau oleh Handanovic, sedangkan usaha keduannya menyambar si kulit bundar pantulan berakhir melambung.

Nyaris! Inter Milan kembali mengancam dari sisi kiri pada menit keempat puluh empat, terus umpan silang dari Bastoni dituntaskan oleh Barella dengan sepakan kearah gawang, Fode Ballo Toure membuang si kulit bundar di garis gawang.

Sebuah tendangan dari Martinez dimenit ke-45 hanya berakhir melebar disamping gawang AC Milan, fase pertama berakhir imbang 1-1.

Umpan lambung Hakan Calhanoglu diterima oleh Dzeko dimenit ke-46, hanya melesat keatas, usaha lain dari Edin Dzeko 5 menit berselang dibelokkan oleh Calabria keluar lapangan.

Inter Milan membuang kesempatan emas dimenit ke-56, sebuah umpan silang Pericis jatuh ke kaki Hakan Calhanoglu, cuma saja sepakan volinya meluncur disamping gawang.

Sepakan Ibrahimovic yang masih melebar saja dimenit ke-69, usaha balasan dari Inter Milan berselang tiga menit lewat Vidal dihentikan 2 kali oleh Kalulu.

AC Milan memperoleh peluang dari sepakan bebas dimenit ke-82, eksekutor Zlatan Ibrahimovic meluncur melewati selah kaki pemain, namun Handanovic dengan sigap menepis.

Kesempatan lain dari AC Milan satu menit berselang, umpan silang dari Ante Rebic dipantulkan oleh Zlatan Ibrahimovic dan disambar oleh Bennacer, si kulit bundar meluncur keatas gawang.

Kesempatan buat AC Milan dimenit ke-86, umpan silang dari Bennacer disontek oleh Rebic, tapi diblok Correa, AC Milan membangun sebuah serangan lainnya, kali ini usaha dari Rebic menerima umpan dari Zlatan Ibrahimovic masih meleset.

Saelemaeker menerobos dan memberikan sepakan mendatar, si kulit bundar melewati Hakan Handanovic, tapi membentur mistar gawang, si kulit bundar pantulan disambar oleh Kessie dan tidak membuahkan hasil.

Skor Imbang 1-1 bertahan hingga pertandingan usai, tidak ada gol lain yang tercipta.

Bruno Fernandes Memberi Dukungan Ke Ole Gunnar Solskjaer

Bruno Fernandes setia mendukung penuh Ole Gunnar Solskjaer sebagai Manager di Setan Merah, Bruno Fernandes juga meminta kepada semua teman satu timnya untuk membantu Ole Gunnar Solskjaer pada saat susah.

Ole Gunnar Solskjaer belakangan ini mendapatkan pantauan ketat, hal ini tak lepas dari prestasi Manchester United naik turun di semua kompetisi.

Tak sedikit para suporter Manchester United yang menuntut pengunduran diri Ole Gunnar Solskjaer, “The Baby Faced Assassin” dianggap telah gagal mendulang prestasi semenjak membesut Manchester United pada akhir tahun 2018.

Dengan materi para pemain yang dapat dibilang banyak pemain bintang, Setan Merah asuhan Ole Gunnar Solskjaer malah belum ada sekali pun merebut titel.

Di tengah situasi rumit itu, Ole Gunnar Solskjaer yang masih memperoleh dukungan penuh dari pemain-pemain Manchester United, hal tersebut diungkapkan oleh Bruno Fernandes yang mengakui Ole Gunnar Solskjaer sudah memberikan pengembangan dalam tim.

“Itu normal orang kecewa sebab hasil tak ada namun terlalu gampang untuk menyalahkan manager saja, “kami yang melangkah ke dalam lapangan,” kami harus melakoni yang lebih bagus lagi,” ucap Bruno Fernandes, dikutif dari Sky Soprts.

“Kami dapat menyimpulkan sistemnya tidak begitu bagus, akan tetapi kami tampil 4-2-3-1 sudah tiga tahun, kami juga sudah mencapai beberapa kali masuk final, hanya saja kami tidak bisa memenangkan final, saya pun mengerti itu, namun kami bisa memperoleh posisi kedua pada musim yang lalu serta tak ada yang bisa membayangkan kalau kami mampu menyelesaikan musim seperti itu.”

“Memang benar itu tak sebagus yang kami idamkan, namun itu ialah musim yang sangat bagus secara keseluruhan sesudah apa yang kami pikirkan, jika kami tak kehilangan angka-angka pada bulan Januari dan Februari, kami dapat mendekati posisi Manchester City.”

“Ada peningkatan dratis di dalam tim, peningkatan dratis di klub semenjak Ole Gunnar Solskjaer tiba serta saya pikir Ole Gunnar Solskjaer pantas memperoleh sebuah pujian, aku pikir Ole Gunnar Solskjaer bisa berbuat lebih banyak lagi serta kami menjadi tim mampu berbuat lebih bagus lagi, itu tak cuma bergantungan kepada manager serta kami juga harus berusaha membantunya sebeb Ole Gunnar Solskjaer berusaha menolong kami,” kata Bruno Fernandes tentang Ole Gunnar Solskjaer bersama Manchester United.

Manchester City Berhasil Mengalahkan Club Brugge 4-1

The Citizens menang menyakikan dari Club Brugge diputaran keempat Seri A Liga Champions, Manchester City menang 4-1.

The Citizens menjamu Brugge di Manchester, Stadium Etihad, Inggris, pada haris Kamis 04 November 2021 dini hari WIB, Manchester City mendominasi jalannya pertandingan.

Pada fase pertama, Foden membawa The Citizens memimpin dimenit ke-15, tapi John Stones sempat membuat gol bunuh firi, sampai kedudukan imbang 1-1 dan bertahan sampai turun minum.

Pada fase kedua, The Citizens mengamuk dan mampu menciptakan tiga gol, lewat Riyad Mahrez, Gabriel Jesus, dan Raheem Sterling, kemenangan 4-1 bertahan sampai pertandingan usai.

Joao Cancelo menjadi sang bintang di pertandingan ini, pemain bek sayap yang berasal dari Portugal tersebut membuat hattrick assist yang menghasilkan 3 gol Manchester City.

Kemenangan ini membuat The Citizens saat ini memimpin Seri A dengan koleksi sembilan angka, unggul dari PSG memiliki 8 angka, Club Brugge mengumpulkan tiga angka, sedangkan RB Leipzig memiliki satu angka.

Jalannya Pertandingan

Sejak menit ketiga dimulai pertandingan, The Citizens sudah menghujani gawang Club Brugge dengan kesempatan, sesudah beberapa percobaan, gol diperoleh pada menit ke-15.

Phil Foden membawa The Citizens memimpin 1-0, sontekannya, memanfaatkan sebuah umpan Cancelo, membuat si kulit bundar masuk ke dalam gawang Club Brugge.

Keunggulan The Citizens kemudian sirna sebab kesalahan sendiri, berselang dua menit, John Stone membuat gol bunuh diri, sehabis gagal membendung serangan kilat Club Brugge, sebuah umpan tarik dari De Ketelaere mengenai badan John Stones, dan bola masuk ke dalam gawang The Citizens skor menjadi imbang 1-1.

Usai skor imbang, Club Brugge mempu mengimbangi permainan The Citizens, beberapa kali kesempatan ditebar oleh klub Belgia tersebut, tapi masih belum bisa membuahkan hasil.

Sementara itu The Citizens malah mengalami kesulitan, tidak ada kesempatan berarti diciptakan oleh anak asuh Pep Guardiola, skor imbang 1-1 bertahan sampai turun minum.

Pada fase kedua, The Citizens bermain lebih agresif, hasil 3 gol mampu dilesakkan oleh wakil Premier League.

Setelah mengancam gawang Club Brugge semenjak selepas jeda, The Citizens mampu unggul 2-1 dimenit ke-54, Riyad Mahrez mampu melanjutkan crossing dari Cancelo menjadi gol.

Gol kedua The Citizens tercipta pada menit ke-72, kali ini, Sterling yang sudah membuat namanya tercatat diatas papan skor, dengan memanfaatkan assist Guendogan.

Club Brugge praktis tidak mampu berbicara banyak pada fase kedua, hampir tidak ada kesempatan diciptakan oleh Simon Mignolet dan kawan-kawan.

Malah The Citizens mampu menambahkan gol pada masa injury time, Gabriel Jesus ikut merasakan umpan dari Cancelo untuk memasukkan bola ke dalam gawang Brugge dengan tendangan kaki kanan dari sebeleh kiri kotak pinalti, skor 4-1 bertahan sampai pertandingan usai.