Formasi Rangnick Dikritik: Cavani & Ronaldo Tidak Berguna

Kekalahan Setan Merah dari Wolvers mengundang kritik. mantan pemain bek Manchester United yakni Rio Ferdinand menyayangkan formasi Ralf Rangnick.

The Red Devils mengalami kekalahan dengan skor 0-1 ketika melayani Wolverhampton Wanderers di Stadium Old Tranfford, pada hari Selasa 04 Januari 2022 dini hari WIB di lanjutan kompetisi Liga Inggris. gol semata wayang dari Joao Mountinho membuat Manchester United tertunduk malu di markas sendiri.

Secara performa, Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya tampil sangat mengecewakan serta mengalami kekalahan intes, Wolverhampton Wanderers dapat melepaskan sembilan belas tendangan dengan enam yang tepat sasaran, sedangkan Manchester United hanya memliki sembilan percobaan dimana dua diantaranya mengarah tepat target.

Manchester United yang bermain dengan taktik andalan Ralf Rangnick (4-2-2-2) mengalami kesulitan untuk membongkar pertahanan Wolverhampton Wanderers yang tampil dengan formasi dasar (3-4-3). strategi dari Rangnick tersebut turut dikritika oleh Rio Ferdinand sebab dinilai telah menyia-nyiakan karakter terbesar dari duetnya Edison Cavani dan Cristiano Ronaldo.

Rio Ferdinand menyebut formasi 4-2-2-2 membuat The Red Devils kekurangan suplai dari luas laoangan, pada hal Edison Cavani dan Cristiano Ronaldo malah paling bagus ketika memperoleh bola-bola dari daerah itu.

“Keluhan yang paling besar saya ialah saat anda memiliki Edison Cavani dan Cristiano Ronaldo di tim, kedua dari pemain penyerang terbagus untuk menyonsong si kulit bundar lewat lebar lapangan serta kamu tidak tampil dengan pemain melebar atau pun yang dapat memberikan si kulit bundar lewat sana, makan dari itu terasa sebagai tugas yang tidak ada gunanya,” ucap Rio Ferdinand di situs kanal Youtube, FIVE, sebagai dilangsir dari Metro.

“Mereka yang harus dimainkan sesuai dengan kekuatan mereka, seperti Radamel Falcao beberapa tahun yang lalu, kami mendatangkan seorang pemain yang bagus di dalam menyongsong si kulit bundar namun tidak pernah dapat memberikan si kulit bundar tersebut. jadi bagaimana kamu dapat mengharapkan mereka bisa menghasilkan hal-hal yang bagus?”

“Cristiano Ronaldo dapat melakoni hal lainnya juga, begitu juga halnya dengan Edison Cavani. namun jika kedua pemain dari kekuatan besar mereka ialah saat diberikan sebuah umpan silang, kiriman si kulit bundar ke arah kotak pinalti. saya tidak bilsang yang lebih penting tendangannya, maksud saya ialah mainkan seluas lapangan lebih sering.”

“Saya tahu saat Ralf Rangnick memainkan formasi (4-2-2-2) berarti pemain bek saya sebagai pemain melebar, namun Wan-Bissaka bukanlah memberi umpan silang. Shaw dapat melakoninya jika maju, namun kita bahkan tidak memiliki cukup penguasaan si kulit bundar melawan Wolverhampton Wanderers. cara yang mereka tampilkan tak memberikan mereka peluang untuk menempatkan si kulit bundar ke posisi yang baik untuk pemain depan,” tutur eks pemain timnas Inggris itu.

Newcastle United Bermain Imbang 1-1 Dari Manchester United

The Red Devils berhadapan dengan Newcastle di dalam lanjutan kompetisi Liga Inggris. Manchester United harus rela tampil imbang 1-1.

Newcastle United melawan Manchester United diadakan di Stadium St. James Park, pada hari Selasa 28 Desember 2021 dini hari WIB. The Red Devils tertinggal terlebih dulu pada fase pertama melalui Edinson Cavani dan Allan Saint-Maximin menyamakan skor pada fase kedua.

Hasil ini membuat The Red Devils tidak bergerak dari posisi ke-7 klasemen sementara Liga Inggris dengan koleksi dua puluh delapan angka. sedangkan Newcastle United juga masih berada di posisi ke-19 dengan koleksi sebelas poin.

Jalannya Pertandingan

Newcastle United berhasil mengejutkan The Red Devils diawal-awal pertandingan. pertandingan baru berlangsung 7 menit, Saint-Xaximin telah bisa membobolin gawang Manchester United sesudah memanfaatkan sebuah umpan dari Sean Longstaff.

Tertinggal 1 gol membuat The Red Devils bermain lebih mengancam. percobaan pertama dari Manchester United pada menit kesebelas melalui tendangan dari jarak jauh Scott McTominay masih dapat dihentikan oleh lawan.

The Red Devils betul-betul seperti kehilangan akal untuk menerobos kotak pinalti Newcastle United. meski pun amat dominan di dalam penguasaan si kulit bundar, tendangan kearah gawang dari Manchester United baru datang pada menit empat puluh dari Mason Greenwood yang telah memanfaatkan situasi yang tepat, akan tetapi masih belum bisa membuahkan hasil gol. kedudukkan 1-0 bertahan hingga turun minum.

Manchester United hampir mengalami kebobolan ketika fase kedua baru berlangsung semenit. Saint-Maximin melepaskan sebuah tendangan dari jarak dekat, namun si kulit bundar masih dapat dihentikan oleh David De Gea.

Tendangan lewat luar kotak pinalti dilepaskan sebuah tendangan oleh Marcus Rashford di menit keempat puluh sembilan. si kulit bundar yang masih belum bisa membuah hasil, dengan gampang diselematkan oleh Martin Dubravka.

Newcastle United melakoni sebuah serangan balik pada menit keenam puluh tiga. Ryan Fraser yang telah gagal memanfaatkan situasi itu setelah si kulit bundar tendangannya yang mengarah ke jala masih terlalu pelan dan dapat diselematkan oleh David De Gea.

The Red Devils kemudian dapat menyamakan kedudukkan menjadi imbang 1-1 pada menit ketujuh puluh satu. Edinson Cavani berhasil menciptakan gol setelah berhasil memanfaatkan situasi kemelut dalam kotak pinalti.

Berselang tiga menit, Edinso Cavani hampir membalikkan keunggulan. hal tersebut urung terjadi setelah si kulit bundar tendangan lewat jarak dekat masih mampu dihentikan oleh lawan.

Newcastle United mulai berani memberikan ancaman pada sepuluh menit terakhir pertandingan. memiliki dua tendangan kearah gawang lewat jarak jauh yang dilepaskan oleh Miguel Almiro dan Jonjo Shelvey, namun tidak membuahkan gol.

Tidak ada gol tambahan lagi hingga pertandingan usai. Newcastle United dan Manchester United harus merasa puas tampil imbang 1-1.

Reaksi David De Gea Disebut Memalukan

David De Gea kebobolan gol yang aneh ketika Setan Merah mengalahkan The Gunners dengan skor 3-2. Ian Wright dan Paul Scholes sama sekali tak terkesan dengan reaksi David De Gea.

Kiper Spanyol tersebut tersungkur sesudah terinjak oleh rekan satu teamnya, Fred, dalam situasi tendangan sudut pada laga di Stadium Old Trafford, pada hari Jumat 03 Desember 2021 dini hari WIB. tapi, insiden tersebut tak cukup membuat sang wasit untuk menghentikan permainan.

Si kulit bundar diselamatkan oleh barisan pertahanan Manchester United, terus dikuasai oleh The Gunners lagi. dalam situasi David De Gea masih terkapar merasa kesakitan, Smith-rowe memberikan tendangan yang bersarang di dalam gawang Manchester United. sejumlah pemain Setan Merah pun protes, namun tak bisa mengubah keputusan sang wasit yang telah mengesahkan gol tersebut.

Paul Scholes, eks pemain gelandang top Setan Merah, ikut geram dengan aksi David De Gea, berdasarkan pendapat Paul Scholes, reaksi David De Gea sangat memalukan.

“Itu memalukan sekali,” ucap Paul scholes ke Liga Inggris production, yang dilangsir oleh Metro. “Kamu melindungi gawang kamu sendiri, tapi kamu melakoni semuanya untuk mengamankan sebuah gol.”

“Dengan berpaling, bahkan tak melihat, jelas tak ada sesuatu salah dengan David De Gea. saya kira tak ada salah dengan insiden tersebut, David De Gea yang seharusnya ada disana, untuk menjaga gawangnya disepanjang waktu pertandingan berlangsung. menurut saya, David De Gea tak terlalu kesakitan, terus golnya memang sah.”

Kritikkan senada dilontarkan oleh Ian Wright, mantan pemain striker kondang The Gunners tersebut menilai David De Gea seharusnya memprioritaskan mengamankan gawangnya apa pun yang terjadi.

“Saat kamu melihat De Gea sesudah golnya, ia begitu marah, ia berlari mengejar sang wasit, sorotan saya ialah tak ada sebuah insiden yang begitu serius sehingga David De Gea harus terkapar. ini pendapat dari saya itu sangat memalukan,” ucap Wright.

“David De Gea seharusnya pun langsung berdiri sesudah kejadian tersebut berusaha menyelamatkan gawangnya serta akhirnya terjatuh lagi jika memang ada salah dengan dirinya,” tutur Wright.

Untungnya De Gea dan rekan-rekan setimnya kemudian memenangi laga. Bruno Fernandes justru menyeimbangkan skor dengan golnya menjelang istirahat sebelum Cristiano Ronaldo menciptakan gol untuk membawa Setan Merah berbalik unggul. The Guners akhirnya menyamakan kedudukkan lewat Martin Odegaard namun Cristiano Ronaldo memastikan kemenangan Manchester United dengan gol pinalti pada menit ketujuh puluh, menyusulnya sebuah pelanggaran Martin Odegaard kepada Fred.

Tuchel Lambat Ganti Pemain Saat Lawan Manchester United

Pelatih The Blues yakni Thomas Tuchel, dinilai telat melakoni pergantian pemain ketika melawan Setan Merah. Thomas Tuchel baru menggantikan para pemain pada menit ke-78.

The Blues ditahan Manchester United (1-1) di Stadium Stamford Bridge pada minggu ketiga belas lanjutan Liga Inggris 2021-2022, pada hari Minggu 28 November 2021 malam WIB, Chelsea sangat dominan di dalam pertandingan ini dengan membuat penguasaan si kulit bundar sebesar 65,6% dibanding 34,4 % milik Manchester United.

Akan tetapi, mereka malah harus mengalami kebobolan terlebih dulu lewat gol-nya Jordan Sancho di menit kelima puluh, The Blues akhirnya dapat menyamakan skor dari tendangan pinalti Jorginho di menit keenam puluh, sang wasit menunjuk kearah titik putih sesudah Aaron Wan Bissaka telah melanggar Thiago Silva.

The Blues kemudian terus mengunci pertahanan Manchester United. meski pun demikian, para pemain Thomas Tuchel gagal menciptakan gol kemenangan sampai pertandingan berakhir.

The Blues membuat dua puluh empat sepakan sepanjang sembilan puluh menit dengan 6 mengarah tepat ke target, sementara itu, Manchester United cuma membuat tiga tendangan dengan dua tepat sasaran.

Eks asisten manajer The Blues diera frank Lampard, “Jody Morris pun sangat menyesalkan keputusan Thomas Tuchel yang begitu lambat melakoni pergantian ketika timnya buntu di dalam pertandingan ini,” hal itu membuat dominasi The Blues gagal membuahkan hasil tiga angka.

The Blues baru melakoni pergantian pertama pada menit ketujuh puluh delapan, Thomas Tuchel memainkan Christian Pulisic dan Mason Mount secara bersamaan menggantikan Callum Hudson odoi dan Marcus Alonso.

Pergantian terakhirnya kemudian dilakoni oleh The Blues pada menit kedelapan puluh dua dengan memainkan Romelu Lukaku untuk menggantikan Timo Werner, Romelu Lukaku pun menurut Jody Morris seharus dimainkan lebih cepat. mengingat, Timo Werner bermain sangat buruk dengan tidak membuat satu pun shoot on sasaran dari enam usaha yang dilakoninya.

“Saya cuma merasa bahwa dengan beberapa dominasi yang dimiliki oleh The Blues, mereka tak membuat kesempatan yang sangat bagus. saya merasa Romelu Lukaku ialah tambahan yang begitu sempurna namun dengan mengesampingkan keadaan fisik Romelu Lukaku saat ini. ia mungkin tidak punya waktu banyak dari pelatih yang memberikan kepadanya,” kata Jody morris dilangsir dari Mirror.

“Selalu gampang untuk mengatakan ini sesudah laga. akan tetapi, kami sedikit terkejut sebab Thomas Tuchel tidak melakoni perubahan dari awal pertandingan,” tuturnya.

Hasil seri ini tetap membuat The Blues berada di atas puncak klasemen dengan koleksi tiga puluh angka, sementara itu, Manchester United berada di posisi kedelapan dengan koleksi delapan angka.

Laurent Dinilai Cocok Menjadi Pelatih Manchester United

Siapa yang akan menggantikan “Ole Gunnar Solskjaer” di klub Setan Merah yang masih jadi teka teki, Dimitar Berbatov pun menilai bahwa Laurent sangat cocok menjadi pelatih Manchester United.

Ole Gunnar Solskjaer pun harus keluar dari Old Trafford sehabis Setan Merah mengalami kekalahan 4-1 dari Watford di dalam kompetisi League Premier, Michael Carrick sekarang ini diyakini sebagai karteker sambil menanti keputusan manajemen mendatangkan pelatih baru.

Banyak nama manajer yang sampai saat ini telah dikait kaitkan dengan Manchester United, Dimitar Berbatov sebagai eks pemain stiker Manchester United tergoda dengan nama Laurent Blanc yang juga namanya dikaitkan dalam pemilihan menjadi manajer Manchester United.

Laurent Blanc juga pernah membela Setan Merah pada tahun 2001 hingga 2003, eks pemain bek yang berasal dari Prancis itu berhasil merasakan piala Liga Inggris diakhir karier sepak bolanya.

“Laurent Blanc ialah kandidat yang menarik, ia ialah eks pemain Manchester United, yang telah memenangkan segalanya, sudah mealtig Prancis dan Paris Saint-Germain, mempunyai rasa hormat dari pemain-pemain serta Laurent Blanc mempunyai karisma serta ketenangan dibutuhkan untuk mengelola klub Manchester United,” ucap Berbatov kepada Betfair.

Laurent Blanc sekarang ini sedang bekerja menjadi manajer Al-Rayyan SC semenjak Desember 2020, seandainya Manchester United tertarik kepada dirinya, tentu ada bayar yang harus ditembus diberikan ke Al-Rayyan SC biar bisa merekrut Laurent Blanc.

Sampai sejauh ini peserta terkuatnya ialah Zinedine Zidane sebab tanpa kubu, nama-nama seperti Mauricio Pochettino, Brendan Rodgers dan Erick ten Hag, akan tetapi, sangat rumit sebab masih milik klub lain.

“Sulit untuk bisa melihat bagaimana Pochettino ke Manchester United dalam waktu dekat, salah satu solusinya bisa saya lihat ialah jika Zinedine Zidane pergi bergabung ke Paris Saint-Germain, kalau ia terbuka untuk itu mau pergi, maka saya dapat melihat pergantian Pochettino akan segera terjadi,” Berbatov meneruskan.

“Konon, kerap ada kejutan saat harus memilih pelatih, saat Jose Mourinho dipecat dari klub Manchester United, siapa yang berpikir Solskjaer bakal menggantikannya serta tetap bisa memimpin selama 3 tahun? kami sudah terkejut dimasa lalu serta mungkin bakal terkejut lagi,” tegasnya.

Bruno Fernandes Memberi Dukungan Ke Ole Gunnar Solskjaer

Bruno Fernandes setia mendukung penuh Ole Gunnar Solskjaer sebagai Manager di Setan Merah, Bruno Fernandes juga meminta kepada semua teman satu timnya untuk membantu Ole Gunnar Solskjaer pada saat susah.

Ole Gunnar Solskjaer belakangan ini mendapatkan pantauan ketat, hal ini tak lepas dari prestasi Manchester United naik turun di semua kompetisi.

Tak sedikit para suporter Manchester United yang menuntut pengunduran diri Ole Gunnar Solskjaer, “The Baby Faced Assassin” dianggap telah gagal mendulang prestasi semenjak membesut Manchester United pada akhir tahun 2018.

Dengan materi para pemain yang dapat dibilang banyak pemain bintang, Setan Merah asuhan Ole Gunnar Solskjaer malah belum ada sekali pun merebut titel.

Di tengah situasi rumit itu, Ole Gunnar Solskjaer yang masih memperoleh dukungan penuh dari pemain-pemain Manchester United, hal tersebut diungkapkan oleh Bruno Fernandes yang mengakui Ole Gunnar Solskjaer sudah memberikan pengembangan dalam tim.

“Itu normal orang kecewa sebab hasil tak ada namun terlalu gampang untuk menyalahkan manager saja, “kami yang melangkah ke dalam lapangan,” kami harus melakoni yang lebih bagus lagi,” ucap Bruno Fernandes, dikutif dari Sky Soprts.

“Kami dapat menyimpulkan sistemnya tidak begitu bagus, akan tetapi kami tampil 4-2-3-1 sudah tiga tahun, kami juga sudah mencapai beberapa kali masuk final, hanya saja kami tidak bisa memenangkan final, saya pun mengerti itu, namun kami bisa memperoleh posisi kedua pada musim yang lalu serta tak ada yang bisa membayangkan kalau kami mampu menyelesaikan musim seperti itu.”

“Memang benar itu tak sebagus yang kami idamkan, namun itu ialah musim yang sangat bagus secara keseluruhan sesudah apa yang kami pikirkan, jika kami tak kehilangan angka-angka pada bulan Januari dan Februari, kami dapat mendekati posisi Manchester City.”

“Ada peningkatan dratis di dalam tim, peningkatan dratis di klub semenjak Ole Gunnar Solskjaer tiba serta saya pikir Ole Gunnar Solskjaer pantas memperoleh sebuah pujian, aku pikir Ole Gunnar Solskjaer bisa berbuat lebih banyak lagi serta kami menjadi tim mampu berbuat lebih bagus lagi, itu tak cuma bergantungan kepada manager serta kami juga harus berusaha membantunya sebeb Ole Gunnar Solskjaer berusaha menolong kami,” kata Bruno Fernandes tentang Ole Gunnar Solskjaer bersama Manchester United.

Manchester United Menang Dari Derby County 2-1

Manchester United telah memenangi laga pramusim perdananya di 2021/2022, berkunjung ke kandang klub Divisi 2 Derby County, Setan Merah berhasil menang dengan skor 2-1.

Derby County sebagai tuan rumah dengan menyalani Manchester United di Stadium Pride Park, pada hari Minggu 18 Juli 2021 malam WIB, Manchester United memperoleh 2 gol lebih dulu lewat Facundo Pelistri dan Tahith Chong, Derby County pun membalas gol lewat Colin Kazim-Richards.

Melawan Derby County, Setan Merah bermain dengan segelintir para pemain terkenal di tim utamanya seperti Alex Telles, Mason Greenwood, Aaron Wan-Bisaka, Juan Mata, dan Jesse Lingard, baru saja kembali dari klub West Ham ditampilkan sesudah turun minum, serta rekrutan baru penjaga gawang yakni Tom Heston.

keunggulan Manchester United atas Derby County dibuka dengan sebuah gol dari Tahith Chong pada menit ke-18, berawal dari sebuah kesalahan Max Bird, Tahith Chong dapat merebut bola di daerah kotak pinalti terus mengolongi penjaga gawang Kelle Roos sebelum memasukan bola ke dalam gawang lewat jarak dekat, unggul 1-0 bertahan hingga berakhir paruh pertama pertandingan.

Setelah pertandingan babak kedua dimulai, Setan Merah menambahkan kedudukan menjadi 2-0, lewat kerja sama Shola Shoretire dan Lingard dilanjutkan dengan sebuah operan pendek ke Pelistri, “pemain muda Uruguay tersebut menerobos ke kotak pinalti tanpa ada jagaan, kemudian mengecoh Kelle Roos untuk memasukan bola ke dalam gawang yang kosong.

Derby County baru dapat menciptakan gol balasan sesudah laga berjalan selama 70 menit, Richard memperkceil ketinggalan menjadi 1-2.

Lewat sebuah sundulan Hutchinson, richards melepaskan tendangan lewat luar kotak pinalti, si kulit bundar melewati sela kaki pemain bek Setan Merah, sebelum bersarang dipojok bawah gawang tanpa dapat dijangkau oleh Lee Grant.

Tak ada gol tambahan yang terjadi disisa waktu laga sehingga Manchester United berhak meraih kemenangan di laga ini, berikutnya Setan Merah bakal melawan Queens Park Rangers di pekan depan.

Setan MErah berencana melakukan 5 laga pramusim, 3 kubu lawan Setan Merah berikutnya ialah Brentford 28 Juli 2021, Preston North End 31 Juli 2021, serta yang terakhir Everton 07 Agustus 2021.

Coba Tawar Ruben Dias, Manchester United Langsung di Tolak Benfica

Dilansir oleh A Bola, jika Benfica baru saja menolak proposal yang di tawarkan oleh Manchester United. Untuk mengangkut pemain bertahan miliki mereka Ruben Diaz.

Manchester United sendiri sedang mencoba mendatangkan seorang pemain bertahan pada musim ini. Musim lalu para pemain bertahan United banyak yang tidak bermain dalam bentuk konsisten. Hanya nama Victor Lindelof yang bermain penuh.

Pelatih Ole Gunnar Solskjaer sudah meminta management United untuk segera mendatagkannya seorang bek tangguh. Karena pada musim lalu gawang David De Gea harus di bobol oleh lawan sebanyak 54 gol. Hal itu membuat pria asal Norwegia tidak senang dengan lini pertahanan timnya.

Namun pada kemarin yang dimuat oleh A Bola, jika Manchester United sudah menawarkan proposal kepada pihak Benfica guna bisa memiliki Ruben Dias. Sayangnya penawaran yang di ajukan The Red Devils langsung di tolak oleh klub asa Portugal.

Sebenarnya bulan ini Manchester United sudah dikait-kaitkan dengan bek milik Leicester City, Harry Maguire. Namun sayangnya negosiasi dengan The Foxes begitu alot. Leicester City terus mempertahankan sang pemain bertahan kendati Maguire sudah meminta klubnya untuk memasukannya dalam daftar jual klub.

Melihat proses transfer Maguire belum rampung hingga kini membuat management MU mulai cemas. Apalagi dalam 10 hari kedepan Priemer League akan segera bergulir sehingga akan menggagu persiapan manager Ole Gunnar Solskjaer dalam beradaptasi dengan para pemain barunya.

Dengan demikian klub yang berbasis di Old Trafford itu memutuskan untuk mencari alternatif lain. Mereka melihat bek Benfica, Ruben Dias merupakan opsi yang tersisa. Tetapi kubu United seperti kembali mengalami jalan terjal, tawaran mereka di bawah 50 juta poundsterling untuk pemain berusia 22 tahun itu langsung di tolak oleh pihak Benfica.

Nama Ruben Dias memang menjadi pemain andalan klub berjuluk Elang Portugal ini.  Musim lalu pemain asal Portugal itu berhasil memainkan 32 laga resmi di semua kompetisi. Dan pada musim yang sama  ia juga membantu timnas Portugal memenangkan Piala Nations League sehingga membuatnya akan di percaya oleh pelatih Portugal Fernando Santos.

EVERTON VS MANCHESTER UNITED DI LIGA PREMIER

Nemanja Matic dan Alexis Sanchez bersaing untuk Manchester United ketika mereka kembali ke Liga Premier saat melawan Everton di Goodison Park.

Sanchez kareba cereda lutut keluar dari bangku cadangan saat melawan Barcelona pada pertengahan pekan setelah 6 minggu di sela-sela dengan cedera lutut sementara Matic adalah pengganti yang tidak digunakan untuk kekalahan Liga Champions 3-0 di Nou Camp.

Luke Shaw akan tersedia lagi setelah menjalani larangan 1 pertandingan di Barcelona dan Ander Herrera juga akan kembali berlatih, tetapi pertandingan pada hari Minggu diperkirakan akan datang terlalu cepat bagi Antonio Valencia dan Eric Bailly.

Everton yang masih tanpa bek asal Kolombia Yerry Mina menjelang kunjungan di United.

Mina telah absen karena cedera hamstring sejak akhir bulan yang lalu dan diperkirakan akan melanjutkan pelatihan penuh dalam minggu depan.

Morgan Schneiderlin bisa kembali ke skuad setelah pergelangan kaki yang cedera tetapi gelandang sesama Andre Gomes akan kehilangan permainan saat dia memulai skorsing 3 pertandingan.

Bisakah Anda berbeda lagi dengan Everton? 1 menit mereka merobek Arsenal dan mengalahkan West Ham, kemudian tiba-tiba saat melawan tim Fulham yang belum mencetak 2 gol dalam pertandingan sejak hari pertama, dan mereka tidak bisa menjaga bersih semua di pertandingan melawan mereka. Itu adalah sikap buruk di sana, Anda tidak dapat melihat pelatih, Anda harus melihat para pemain.

MANCHESTER UNITED MENANG DARI PENALTI 2-1 DENGAN WEST HAM

Paul Pogba mencetak 2 penalti untuk Manchester United saat mereka mengalahkan West Ham 2-1 di Liga Premier, melampaui Arsenal ke posisi kelima.

Babak pertama ditentukan oleh keputusan wasit yang kontroversial, dengan gol menit ke 10 Felipe Anderson dikesampingkan karena offside sebelum Man Utd dianugerahi penalti yang dipertanyakan tidak lama kemudian, yang dikonversi Pogba pada menit ke 17.

Anderson pantas mendapatkan West Ham kembali dengan syarat level 4 menit setelah istirahat, sebelum Ryan Fredericks menjatuhkan Anthony Martial di menit ke 79 untuk penalti kedua United dari permainan, yang juga didukung oleh Pogba.

Kemenangan itu membuat tim Ole Gunnar Solskjaer naik ke atas Arsenal ke posisi kelima, dengan The Gunners memainkan Watford pada hari senin, sementara West Ham kalah dalam pertandingan Liga Premier ketiga berturut-turut dan tetap di peringkat ke 11.

West Ham seharusnya unggul dalam 10 menit. Umpan silang Arthur Masuaku ditangguhkan oleh Javier Hernandez, memungkinkan Anderson untuk pulang dari jarak dekat. Namun, bendera offside dinaikkan dan tujuannya dikesampingkan, tetapi replay menunjukkan Anderson dimainkan di bawah garis offside oleh Diogo Dalot dan itu seharusnya berdiri.

7 menit kemudian dan itu adalah salah satu lagi nasib buruk bagi West Ham ketika Robert Snodgrass dihukum karena melakukan pelanggaran terhadap Juan Mata di dalam kotak penalti, masuk untuk mendapatkan bola lepas bersama pemain tengah Man Utd, meskipun tampaknya hanya ada sedikit kontak.

Rio Ferdinand Meminta MU Untuk Menjadikan Solskjaer Menjadi Manajer Tetap Musim Mendatang

Rio Ferdinand meminta kepada Manchester United untuk menjadikan Ole Gunnar Solskjaer menjadi manajer tetap pada musim mendatang. Ferdinand percaya bahwa para pendukung akan melakukan protes besar jika Solskjaer tidak menjadi menajer permanen MU.

Ferdinand mengatakan, “Bagaimanapun juga. Ole Gunnar Solskjaer sudah melakukan dan melaksanakan tugasnya dengan baik di Manchester United. Solskjaer sudah berhasil membuat Manchester United memiliki mental juara”,

“Sebelumnya mereka sudah menunjukkan rasa yang kurang percaya diri dan kelihatan seperti tidak memiliki arah dan tujuan. Semua sudah berhasil diubah Solskjaer. Solskjaer harus mendapatkan pekerjaan sebagai manajer tetap Manchester United”,

“Dirinya memang pantas untuk mendapatkan posisi tersebut. Saya sangat percaya para suppoter akan marah besar jika pihak manajemen tidak menunjuk Solskjaer sebagaia manajer klub dimusim yang akan datang”, tutup Ferdinand.

Semenjak dibawah kepelatihan Solskjaer, Manchester United berhasil kembali bisa melakukan persaingan untuk bisa memperebutkan posisi empat besar dipapan klasemen sementara ajang Premier League.

Namun, Solskjaer tidak berhasil mencatatkan hasil positif saat menaungi The Red Devils bermain diajang Liga Champions. Pada leg pertama babak 16 besar ajang Liga Champions, Manchester United harus kalah saat berhadapan dengan PSG dengan skor akhir 0 – 2 di Stadion Old Trafford.

Kekalahan tersebut membuat Rio Ferdinand merasa pesimis dengan peluang yang bisa dimiliki Manchester United. Dirinya berpendapat bahwa The Red Devils masih memerlukan sebuah keajaiban untuk bisa maju kebabak berikutnya.

Berkat Solskjaer, Anthony Martial Akan Bertahan di MU

Kedatangan Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih sementara di Manchester United, benar benar berhasil membawa angin segar untuk Manchester United. Selain prestasi yang cemerlang, Ole Gunnar Solskjaer juga bisa membaut beberapa pemain betah di Manchester United.

Sky Sports News memberitakan pemain berposisi penyerang sayap Manchester United, Anthony Martial bersedia untuk memperpanjang kontrak nya di Manchester United. Anthony Martial konon di beritakan akan menanda tangani kontrak baru nya yang berdurasai lima musim bersama Manchester United.

Masa depan pemain timnas Prancis, Anthony Martial bersama Manchester United sempat tidak menentu. Di karenakan sewaktu masih di latih oleh Jose Mourinho, Anthony Martial kerap menjadi pemain pemanas kursi cadangan. Kondisi seperti ini membaut Anthony Martial tidak betah di Manchester United dan ingin hengkang dari markas besar Manchester United di Stadion Old Trafford.

tetapi setelah di pecat nya Jose Mourinho dari kepelatihan Manchester United dan di gantikan oleh pelatih sementara Ole Gunnar Solskjaer situasi Manchester United pun berubah derastis. Anthony Martial mendapatkan kepercayaan penuh dari Ole Gunnar Solsjaer. Mantan pemain As Monaco, Anthony Martial selalu di turunkan untuk bermain oleh Ole Gunnar Solskjaer. Anthony Martial hanya absen sebanyak satu kali karena dalam kondisi badan tidak bugar.

Sosok Ole Gunnar Solskjaer membuat Anthony Martial bersediah merubah pemikiran nya dan bersedia meneken kontrak bersama Manchester United. Pihak dari agen Anthony Martial , Philippe Lamboley, kepada acara televisi EMS Sport mengabarkan kesepakatan kontrak baru berdurasi lima musim sudah di capi hanya tinggal beberapa langkah kecil yang perlu di selesaikan sebelum di umumkan ke publik secara resmi