Budgeting Keuangan Setelah Menikah

Kamu itu tipe yang “duit suami itu duit istri, tapi kalau duit istri ya punya istri”

atau

“semuanya ditanggung bareng-bareng aja, kan kalau udah berkeluarga semuanya udah jadi kebutuhan bersama”

Nah, kamu itu tipe yang mana?

Btw, Mindu hari ini mau bagiin tips budgeting buat keuangan pasangan suami-istri nih, semoga bermanfaat ya gaes!

Tips Budgeting Keuangan Pasangan Suami Istri

Jadi kemarin mindu abis baca artikel gitu, ternyata penyebab kegagalan rumah tangga yang paling sering terjadi itu salah satunya karena masalah finansial.

Emang sih, duit itu persoalan yang sensitif walaupun udah berumah tangga, tapi kalau dianggap tabu terus dan tidak pernah coba untuk dibahas lebih jauh ya bakalan susah berkepanjangan.

  1. Bagi Rata Penghasilan
    Buatlah daftar kebutuhan rumah tangga selama sebulan, mulai dari biaya listrik, keamanan, sampai cicilan atau tagihan lainnya. Kemudian jumlahkan pengeluaran tersebut, terus dibagia dua.

    Contoh : Jumlah pengeluaran 8 juta per bulan, maka di bagi 2. Jadinya masing – masing mengeluarkan 4 juta per bulan.

  2. Bagi Sesuai Gaji Masing – Masing
    Pembagian budgeting berdasarkan jumlah penghasilan yang dimiliki masing – masing. Jumlahkan kedua penghasilan, lalu gaji masing – masing dibagi total penghasilan keduanya.

    Contoh : Gaji suami 7 juta dan gaji istri 3 juta yang berarti totalnya 10 juta. Berarti suami harus mengeluarkan 70%, dan istri harus mengeluarkan 30% dari gajinya.

  3. Bagi Berdasarkan Kesepakatan Bersama
    Diskusikan dan sepakati dengan pasangan kamu, siapa yang akan menanggung biaya apa sesuai dengan besarnya pendapatan. Jika gaji suami lebih besar dari gaji istri, tidak ada salahnya suami nanggung biaya kebutuhan yang lebih besar.

    Contoh : Istri menanggung biaya belanja bulanan, listrik, air. Suami menanggung cicilan rumah, mobil, investasi.

Menikah itu berarti memilih untuk hidup dengan tanggung jawab yang lebih besar. Oleh karena itu, penting banget untuk menentukan skala prioritas agar pengeluaran rumah tanggamu bisa tetap diatur dan dikendalikan serta tidak timbul konflik karena keuangan.

Ingat, harus saling terbuka dan sepakat bareng – bareng. Semoga dengan tulisan ini bisa membantu keuangan dalam rumah tangga anda ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *