Gini Loh Caranya Pilih Saham yang Bagus

Investasi saham merupakan salah satu instrumen yang paling digemari oleh para investor terutama kaum milenial. Zaman sekarang ini investasi merupakan hal yang wajib dilakukan agar bisa mendapatkan financial freedom dan dapat pensiun dini secepat mungkin.

Nah banyak sekali yang suka nanya ke mindu nih, gimana sih caranya pilih saham yang bagus? Dalam investasi saham emang enggak bisa asal – asalan ya guys. Karena resikonya yang tergolong tinggi, harus dipelajari dulu yang serius apalagi buat yang masih pemula. Nih mindu bakal kasih tau caranya pilih saham yang bagus.

  1. Cek Peningkatan Penjualan dan Laba Perusahaan
    Kamu lihat dulu deh penjualan dan laba perusahaannya, apakah setiap tahunnya makin meningkat? Kalau meningkat, berarti kinerja perusahaannya bagus.

    Biar lebih gampang, kamu bisa lihat Earning Per Share (EPS) dan Return on Equity (RoE). Kalau makin meningkat, berarti makin bagus buat pemegang saham.

  2. Cari Saham yang Valuasinya Murah
    Coba kamu cari tau dulu valuasi perusahaannya, kamu bisa cek Price to Earning Ration (PER) dan Price to Book Value Ratio (PBV). Nah, kamu cari nilai PBV dan PER yang kecil aja dibanding saham yang lain yang industrinya sejenis, soalnya sahmnya akan makin bagus kalau nilai PBV dan PER nya kecil.
  3. Prediksi Prospek ke Depan
    Saat kamu berinvestasi, jangan cuma investasi aja tapi harus lihat juga bagaimana prospek jangka panjangnya. Cara simplenya sih kamu lihat aja produk yang dijualnya, apakah di masa depan nanti kira – kira produk tersebut akan terus dibutuhkan dan diminati masyarakat? Kalau jawabannya iya, berarti pilihan kamu tepat untuk investasi di saham tersebut.

Nah, semua hal tersebut bisa kamu cari di google ya guys. Biasanya para investor profesional juga langsung mendownload aplikasi RTI Business yang berisi tentang fundamental perusahaan yang tersedia di Bursa Efek Indonesia.

Semoga dengan 3 hal diatas, kamu bisa lebih jitu dalam memilih saham yang mau diinvestasikan. Mari sama – sama bebas finansial secara cepat untuk mendapatkan kehidupan yang kita dambakan.

APAKAH DUIT SATU-SATUNYA HAL YANG BISA BIKIN KITA BAHAGIA? 

Ya bisa aja, Mindu yakin dan sadar kalau duit itu bisa bikin kita bahagia kok kalau cara menggunakannya benar. Kok bisa? Maksudnya gimana sih, Min?
Coba kamu baca dulu deh postingan di bawah biar tau gimana maksudnya dan emangnya gimana caranya duit bisa bikin kita bahagia.

Kamu udah pernah ngerasain momen kayak gini?

Pro dan kontra selalu terjadi karena pernyataan duit bisa membuat seseorang bahagia. Tidak perlu munafik, kenapa duit bisa bikin bahagia? Dulu tuh mindu selalu berpikir kalau jadi orang kaya dan banyak duit itu belum tentu bahagia, tapi sekarang pemikiran itu udah musnah karena mindu sadar kalau kita punya banyak duit itu beneran bisa bahagia loh.

Alasan mindu bisa ngomong begini adalah karena awalnya mindu tuh nonton videonya Michael Norton di TedxCambridge. Dia dengan tegas bilang “kalau duit nggak bisa bikin kamu bahagia, berarti cara kamu menggunakan duitnya yang salah”.

Dan disaat itu mindu setuju setelah dengerin penjelasannya. Mindu ceritain versi singkatnya nih ya. Michael tuh bikin semacam riset di kampusnya gitu. Dia kasih amplop berisi duit yang harus dihabiskan jam 5 sore ke beberapa orang.

Di dalam amplopnya juga ada saran cara habisin duitnya misalnya untuk bayar tagihan, beli sesuatu (personal) atau didonasikan ke orang lain (social). Setelah lewat jam 5 sore, Michael tanya ke orang – orang yang tadi dikasih amplop “duitnya dipakai buat apa?”.

Ada yang beli perhiasan, skin care, kopi starbucks (personal), ada juga yang ngasih duitnya ke gelandangan di jalan, beli makanan dan minuman buat di kasih ke orang lain (social). Terus si Michael tanya lagi, “sekarang kamu merasa bahagia nggak?”. Ternyata inilah jawabannya..

Team personal senang tapi biasa aja kayak nggak ada apa – apa. Team social bahagianya berkali – kali lipat karena melihat orang lain bahagia dan mendoakan kita.

Kesimpulannya, berapapun duit yang kita punya akan sangat membahagiakan jika kita bisa menggunakannya untuk membantu orang lain juga yang mungkin sebenarnya lebih membutuhkan. Ada banyak sekali orang di luar sana yang lebih membutuhkan karena hidupnya lebih kesusahan. Selain mendapatkan kesenangan batin, akan dapat pahala juga kan?

Budgeting Keuangan Setelah Menikah

Kamu itu tipe yang “duit suami itu duit istri, tapi kalau duit istri ya punya istri”

atau

“semuanya ditanggung bareng-bareng aja, kan kalau udah berkeluarga semuanya udah jadi kebutuhan bersama”

Nah, kamu itu tipe yang mana?

Btw, Mindu hari ini mau bagiin tips budgeting buat keuangan pasangan suami-istri nih, semoga bermanfaat ya gaes!

Tips Budgeting Keuangan Pasangan Suami Istri

Jadi kemarin mindu abis baca artikel gitu, ternyata penyebab kegagalan rumah tangga yang paling sering terjadi itu salah satunya karena masalah finansial.

Emang sih, duit itu persoalan yang sensitif walaupun udah berumah tangga, tapi kalau dianggap tabu terus dan tidak pernah coba untuk dibahas lebih jauh ya bakalan susah berkepanjangan.

  1. Bagi Rata Penghasilan
    Buatlah daftar kebutuhan rumah tangga selama sebulan, mulai dari biaya listrik, keamanan, sampai cicilan atau tagihan lainnya. Kemudian jumlahkan pengeluaran tersebut, terus dibagia dua.

    Contoh : Jumlah pengeluaran 8 juta per bulan, maka di bagi 2. Jadinya masing – masing mengeluarkan 4 juta per bulan.

  2. Bagi Sesuai Gaji Masing – Masing
    Pembagian budgeting berdasarkan jumlah penghasilan yang dimiliki masing – masing. Jumlahkan kedua penghasilan, lalu gaji masing – masing dibagi total penghasilan keduanya.

    Contoh : Gaji suami 7 juta dan gaji istri 3 juta yang berarti totalnya 10 juta. Berarti suami harus mengeluarkan 70%, dan istri harus mengeluarkan 30% dari gajinya.

  3. Bagi Berdasarkan Kesepakatan Bersama
    Diskusikan dan sepakati dengan pasangan kamu, siapa yang akan menanggung biaya apa sesuai dengan besarnya pendapatan. Jika gaji suami lebih besar dari gaji istri, tidak ada salahnya suami nanggung biaya kebutuhan yang lebih besar.

    Contoh : Istri menanggung biaya belanja bulanan, listrik, air. Suami menanggung cicilan rumah, mobil, investasi.

Menikah itu berarti memilih untuk hidup dengan tanggung jawab yang lebih besar. Oleh karena itu, penting banget untuk menentukan skala prioritas agar pengeluaran rumah tanggamu bisa tetap diatur dan dikendalikan serta tidak timbul konflik karena keuangan.

Ingat, harus saling terbuka dan sepakat bareng – bareng. Semoga dengan tulisan ini bisa membantu keuangan dalam rumah tangga anda ya!

Perbedaan Tidak Bisa dan Tidak Mau

Ada peluang yang bagus, bilangnya “Aduh, kayaknya nggak bisa deh”.

Pengen capai impian, tapi udah mikir duluan “Nggak akan bisa ini mah, aku nggak akan mampu”.

Padahal belum juga dicoba, itu sih bukan nggak bisa tapi nggak mau aja. Beda kan?

Kalau kamu masih suka mikir kayak gitu, yuk coba ubah mindsetnya pelan-pelan. Coba baca postingan di atas deh, semoga kisah Warren Buffett ini bisa membuka pikiran kita semua.

Seringkali dalam melakukan sesuatu atau saat diberi kepercayaan oleh orang lain. Kita menolak dengan mengatakan “Wah, aku nggak bisa” dengan berbagai alasan. Hey sadarlah!

Memangnya kamu kira orang dari bayi udah langsung bisa jago main saham kayak Warren Buffett gitu? Warren Buffett aja dari zaman masih kecil sampai remaja sudah harus melakukan banyak kerjaan sampingan loh, nggak cuma sekolah aja.

Mulai dari jualan permen karet, coca-cola, hingga koran. Penghasilannya dikumpulin dan akhirnya digunakan untuk beli peternakan di usia 15 tahun. Dari kecil Buffett sudah kenal investasi saham karena ayahnya kerja di kantor saham.

Umur 11 tahun dia mulai investasi saham pertama kali tapi tidak berjalan mulus. Buffett mengalami kerugian karena harga sahamnya turun, akhirnya dijual deh. Eh, pas dijual malah naik berkali lipat.

Dari kejadian tersebut Buffett belajar untuk tidak tergesa – gesa saat mengambil keputusan dan sabar dalam berinvestasi. Ia pun belajar dari sebuah buku berjudul The Intelligent Investor (1949), karya Benjamin Graham. Buffett benar – benar mengidolakan Benjamin Graham.

Sampai akhirnya Buffett rela bekerja untuk Graham tanpa dibayar sama sekali. Tahun 1954 hingga 1956, Buffett bekerja sebagai security analyst di perusahaan milik Graham, Graham-Newman Corp. Nah, dari sinilah Buffett banyak belajar mengenal teknik – teknik investasi yang menjadi dasar dalam berbisnis dan akhirnya punya perusahaan sendiri.

Apa yang bisa kita petik dari kisah Warren Buffett ini?

Semua orang itu bisa, asalkan :

  • Mau berusaha melakukannya
  • Tidak malas belajar
  • Pantang menyerah mesti gagal
  • Pintar menyerap ilmu dan menikmati proses

Walaupun saat ini kamu belum sehebat Warren Buffett atau orang lain yang kamu idolakan, tapi tidak ada salahnya kok untuk mulai melakukan apa yang ingin kamu lakukan. Wajar kalau salah dan gagal di awal, yang penting terus jalanin prosesnya sampai berhasil dan belajar dari kegagalanmu.