Kesalahan Penghematan yang Kerap Terjadi Pada Pemula

Pernah nggak sih kamu pas lagi pengen berhemat tapi nggak sadar justru malah melakukan kesalahan yang berujung keborosan kayak pengalaman banyak orang dibawah ini nih?

Udah ngerasa jadi orang paling hemat sedunia? Kalau hematnya begini sih sama aja bohong!

  1. Mikirnya “Mumpung Promo”
    Dulu mindu mikirnya begini emang, tapi setelah mindu pelajari lagi ternyata pemikiran yang kayak gini tuh yang justru malah bikin mindu jadi makin boros. Seringkali kalau jalan – jalan kemana pun atau buka marketplace terus liat diskon atau promo buy 2 get 1 free mindu bakal langsung beli kalau suka, alasannya “mumpung promo”. Yang tadinya nggak ada niat mau beli malah jadi beli, padahal nggak butuh, boros kan jadinya kalau begini?
  2. Cari Harga Termurah
    Ini nih yang paling sering terjadi, saat beli sesuatu mindu tuh liat harganya yang murah, kalau agak mahal nggak jadi beli, kamu juga suka gini nggak sih? “Ada harga ada rupa”, pernah dengar kan? Mindu sekarang paham kalau beli sesuatu tuh mending sekalian yang berkualitas walaupun agak mahal daripada murah tapi cepat rusak, nanti beli – beli lagi malah jadi boros kan?
  3. Nggak Mau Merawat dengan Baik
    Mindu juga pernah ngalamin ini dulu, pengen hemat tapi malah jadi nggak merawat sesuatu yang mindu beli. Misalnya hp, karena hemat jadi nggak beli case hp, nggak beli antiguard dan charger juga beli yang KW. Alhasil malah HPnya cepat rusak dan terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam lagi buat service atau beli baru dan lebih mahal jatuhnya kan?

Nah, banyak sekali hal – hal seperti ini yang tidak kita sadari terjadi awalnya. Malah dengan tidak sengaja sesuatu yang kita pikir akan menghemat menjadi boros dan membuat keuangan tidak stabil. Intinya adalah, sebelum membeli barang, perhatikan kualitas dan ketahanan barang tersebut. Nah, setelah membeli barang pastikan kamu menjaga barang tersebut dengan baik agar tidak menghabiskan uang lagi ketika rusak dan harus memperbaiki atau mengganti dengan yang baru.

Pandemi Bisa Jadi Kesempatan Bagus Mencari Uang

Hadeh, kalau berkeluh kesah tentang pandemi tuh emang nggak ada habisnya ya. Ada yang kehilangan pekerjaan, ada yang kesulitan ekonomi, ada juga yang bisnisnya kurang mulus.
⁣⁣
Tapi daripada mikirin kayak gitu terus, yang ada bikin stres sendiri, mendingan kamu buka bisnis aja deh. Nih, Mindu kasih tau beberapa ide bisnis yang lagi laris selama pandemi kayak gini. ⁣⁣
⁣⁣
Siapa di sini yang selama pandemi buka bisnis online juga?

3 Ide Bisnis Laris Saat Pandemi

  1. Frozen Food
    Selama pandemi gini, orang tuh suka males belanja beli bahan makanan ke pasar atau ke mall. Paling gampang itu selalu sedia makanan beku di kulkas biar cepat masaknya juga. Kamu bisa manfaatkan peluang ini nih. Coba aja jualan mulai dari nugget, seafood, chicken, dan lainnya.
  2. Les Online
    Pasti tau dong kalau sekolah mulai dari PAUD sampai kuliah itu banyak yang masih belajar online. Nah, peluang emas nih untuk ngajar adik – adik. Kamu bisa buka jasa les private online loh, jadi bisa menyesuaikan sama waktu yang kamu miliki juga.

    Tidak hanya pelajaran sekolah ya guys. Ada banyak sekali hal – hal yang bisa diajarkan secara online. Contohnya adalah musik, bahasa asing, belajar masak, belajar baking, dan lain – lain.

  3. Vitamin dan Obat
    Ini sih yang paling sering dicari sama orang banyak. Vitamin dan obat itu kan selalu diperlukan untuk mencegah dan mengobati penyakit dan virus. Kalau lagi pandemi gini jualan obat tuh pasti akan selalu ada yang beli.

Jangan khawatir ya teman – teman. Pandemi memang menyerang banyak sekali finansial dari mayoritas orang. Namun, bukan berarti ini adalah akhir dari segalanya. Jika melihat dari sisi lain, tentu saja akan ada banyak hal positif dan kesempatan yang dapat dijalankan.

Bisa jadi bisnis pada saat pandemi ini juga menjadi salah satu batu loncatan yang malah membuat anda menuju kehidupan yang lebih maju. Semoga pandemi ini menjadi salah satu pembelajaran besar dalam hidup kita untuk terus berkembang ya teman – teman.

3 Cara Buat Kamu yang Sering Impulse Buying

Siapa di sini yang sering belanja tanpa direncanakan? Entah tiba-tiba tergiur diskon atau ngeliat barang yang lucu dan menarik gitu. Nah, ini namanya kamu udah melakukan impulse buying ya gaes, kalau udah begitu lama-lama bisa bahaya loh! Nanti makin lama makin susah ngubah kebiasaannya.

Mindu ada 3 tips nih buat pelan-pelan kamu mengubah kebiasaan supaya nggak sering melakukan impulse buying, jadi keuangan juga bisa lebih aman ya gaes. Jangan sampai duit kamu cepat habis cuma karena sering melakukan impulse buying!

  1. Sisihkan Duit untuk Free Spend
    Kalau emang kamu suka belanja, kamu harus sisihkan duit sendiri buat memuaskan diri kamu biar ga merasa bersalah kalau belanja. Tapi ingat jangan kebanyakan ya, 5% – 10% dari gaji saja.
  2. Tunda Beberapa Hari
    Sebelum beli sesuatu yang kamu inginkan, tanyakan dulu pada diri sendiri apakah barang tersebut sangat kamu butuhkan? Apa efeknya kalau tidak beli? Tunda selama 3 – 7 hari, kalau kamu lupa berarti kamu berhasil menghemat duit kamu karena tandanya kamu nggak butuh – butuh amat.
  3. Buang Jauh Fasilitas Paylater
    Kamu harus non-aktifkan fitur ini dan jangan maksain kalau emang duit kamu nggak cukup. Belanjalah sesuai budget yang kamu punya biar tidak terjebak sama hutang konsumtif.

Alasan Kenapa Orang Susah Nabung

Banyak sekali orang yang bercita – cita untuk dapat menabung dan menyisihkan gajinya. Namun, kenyataan berkata lain. Banyak orang yang hanya berangan – angan karena rasanya menabung sangat sulit sekali. Nah, ini dia beberapa alasan orang susah buat nabung :

  1. Gengsinya gede (impulsif)
  2. Tidak punya tujuan finansial
  3. Nyicil for life
  4. Liat diskon dikit langsung beli tanpa mikir
  5. Berada di circle yang boros
  6. Tidak punya duit untuk ditabung
  7. Menabung jadi prioritas akhir

Setelah mengetahui beberapa hal diatas, kamu termasuk orang yang tidak bisa menabung dan impulse buying bukan? Jika jawabannya adalah iya, saatnya anda membuat rencana finansial agar tidak terjebak di sandwich generation. Tidak ada kata terlambat kok, kamu bisa mulai dari sekarang.

Gini Loh Caranya Pilih Saham yang Bagus

Investasi saham merupakan salah satu instrumen yang paling digemari oleh para investor terutama kaum milenial. Zaman sekarang ini investasi merupakan hal yang wajib dilakukan agar bisa mendapatkan financial freedom dan dapat pensiun dini secepat mungkin.

Nah banyak sekali yang suka nanya ke mindu nih, gimana sih caranya pilih saham yang bagus? Dalam investasi saham emang enggak bisa asal – asalan ya guys. Karena resikonya yang tergolong tinggi, harus dipelajari dulu yang serius apalagi buat yang masih pemula. Nih mindu bakal kasih tau caranya pilih saham yang bagus.

  1. Cek Peningkatan Penjualan dan Laba Perusahaan
    Kamu lihat dulu deh penjualan dan laba perusahaannya, apakah setiap tahunnya makin meningkat? Kalau meningkat, berarti kinerja perusahaannya bagus.

    Biar lebih gampang, kamu bisa lihat Earning Per Share (EPS) dan Return on Equity (RoE). Kalau makin meningkat, berarti makin bagus buat pemegang saham.

  2. Cari Saham yang Valuasinya Murah
    Coba kamu cari tau dulu valuasi perusahaannya, kamu bisa cek Price to Earning Ration (PER) dan Price to Book Value Ratio (PBV). Nah, kamu cari nilai PBV dan PER yang kecil aja dibanding saham yang lain yang industrinya sejenis, soalnya sahmnya akan makin bagus kalau nilai PBV dan PER nya kecil.
  3. Prediksi Prospek ke Depan
    Saat kamu berinvestasi, jangan cuma investasi aja tapi harus lihat juga bagaimana prospek jangka panjangnya. Cara simplenya sih kamu lihat aja produk yang dijualnya, apakah di masa depan nanti kira – kira produk tersebut akan terus dibutuhkan dan diminati masyarakat? Kalau jawabannya iya, berarti pilihan kamu tepat untuk investasi di saham tersebut.

Nah, semua hal tersebut bisa kamu cari di google ya guys. Biasanya para investor profesional juga langsung mendownload aplikasi RTI Business yang berisi tentang fundamental perusahaan yang tersedia di Bursa Efek Indonesia.

Semoga dengan 3 hal diatas, kamu bisa lebih jitu dalam memilih saham yang mau diinvestasikan. Mari sama – sama bebas finansial secara cepat untuk mendapatkan kehidupan yang kita dambakan.

APAKAH DUIT SATU-SATUNYA HAL YANG BISA BIKIN KITA BAHAGIA? 

Ya bisa aja, Mindu yakin dan sadar kalau duit itu bisa bikin kita bahagia kok kalau cara menggunakannya benar. Kok bisa? Maksudnya gimana sih, Min?
Coba kamu baca dulu deh postingan di bawah biar tau gimana maksudnya dan emangnya gimana caranya duit bisa bikin kita bahagia.

Kamu udah pernah ngerasain momen kayak gini?

Pro dan kontra selalu terjadi karena pernyataan duit bisa membuat seseorang bahagia. Tidak perlu munafik, kenapa duit bisa bikin bahagia? Dulu tuh mindu selalu berpikir kalau jadi orang kaya dan banyak duit itu belum tentu bahagia, tapi sekarang pemikiran itu udah musnah karena mindu sadar kalau kita punya banyak duit itu beneran bisa bahagia loh.

Alasan mindu bisa ngomong begini adalah karena awalnya mindu tuh nonton videonya Michael Norton di TedxCambridge. Dia dengan tegas bilang “kalau duit nggak bisa bikin kamu bahagia, berarti cara kamu menggunakan duitnya yang salah”.

Dan disaat itu mindu setuju setelah dengerin penjelasannya. Mindu ceritain versi singkatnya nih ya. Michael tuh bikin semacam riset di kampusnya gitu. Dia kasih amplop berisi duit yang harus dihabiskan jam 5 sore ke beberapa orang.

Di dalam amplopnya juga ada saran cara habisin duitnya misalnya untuk bayar tagihan, beli sesuatu (personal) atau didonasikan ke orang lain (social). Setelah lewat jam 5 sore, Michael tanya ke orang – orang yang tadi dikasih amplop “duitnya dipakai buat apa?”.

Ada yang beli perhiasan, skin care, kopi starbucks (personal), ada juga yang ngasih duitnya ke gelandangan di jalan, beli makanan dan minuman buat di kasih ke orang lain (social). Terus si Michael tanya lagi, “sekarang kamu merasa bahagia nggak?”. Ternyata inilah jawabannya..

Team personal senang tapi biasa aja kayak nggak ada apa – apa. Team social bahagianya berkali – kali lipat karena melihat orang lain bahagia dan mendoakan kita.

Kesimpulannya, berapapun duit yang kita punya akan sangat membahagiakan jika kita bisa menggunakannya untuk membantu orang lain juga yang mungkin sebenarnya lebih membutuhkan. Ada banyak sekali orang di luar sana yang lebih membutuhkan karena hidupnya lebih kesusahan. Selain mendapatkan kesenangan batin, akan dapat pahala juga kan?

Tips Atur Keuangan untuk Pasangan yang Mau Menikah

Jadi, kita sebenernya udah pernah sharing gitu di Instagram Stories tentang cara mengatur duit buat nikah, tapi masih banyak nih sobat Mindu yang bingung dan nanya ke Mindu. Makanya, sekarang Mindu mau kasih liat nih saran dari sobat Mindu semua yang pernah dikasih tau ya.

Buat kamu yang masih single baik yang udah mau nikah dalam waktu dekat ini atau yang masih lama sekalipun, kamu bisa belajar dulu dari pengalaman sobat Mindu di bawah nih. Inilah hasil sharing dari sobat mindu beberapa waktu lalu. Buat kamu yang mau nikah dan lagi menyiapkan budget, coba simak saran-saran ini terlebih dahulu agar rencana pernikahan kamu lebih matang.

Pengalaman tips atur uang mau nikah :

  1. Tentui target nikah budgetnya berapa. Jaga – jaga kalau over budget minimal 30% dari target.
  2. Bicarakan semua pemasukan da pengeluaran berdua. Kaish saran mana yang bisa di press atau substitusi.
  3. Kalau jumlah tabungan dalam jangka waktu yang ditentukan ternyata kurang, turunkan standar pernikahan.
  4. Diskusikan dengan orang tua tentang kesiapan dana nikah kalian
  5. Diskusikan dengan pasangan, jika tabungan habis untuk nikah, bagaimana selanjutnya? Contoh bayar kontrakan, bayar cicilan rumah, bayar honeymoon, dll.
  6. Jangan mengharapkan jumlah angpao dari nikahan apalagi utang buat nikah.

Buat monthly expense planning. Agar tau besar dana masuk dan keluar apa saja. Hitung juga pengeluaran yang akan terjadi dalam pernikahan jika sudah berumah tangga. Perhitungkan pembagian expense dan juga tabungan untuk masa depan dan juga pendidikan anak (jika ingin mempunyai anak).

Selain itu, jika ingin belanja bulanan juga harus ada budgetnya. Usahakan selalu masak di rumah jika masih sempat karena hal tersebut sangat dapat menekan pengeluaran. Hindari pengeluaran foya – foya setiap hari seperti membeli kopi kekinian atau uang rokok yang terlalu banyak.

Nah, contoh diatas adalah beberapa sharing dari sobat mindu. Buat kamu yang ingin menikah dan membicarakan soal keuangan dengan pasangan sangat boleh ya belajar dari orang yang sudah lebih berpengalaman.

Budgeting Keuangan Setelah Menikah

Kamu itu tipe yang “duit suami itu duit istri, tapi kalau duit istri ya punya istri”

atau

“semuanya ditanggung bareng-bareng aja, kan kalau udah berkeluarga semuanya udah jadi kebutuhan bersama”

Nah, kamu itu tipe yang mana?

Btw, Mindu hari ini mau bagiin tips budgeting buat keuangan pasangan suami-istri nih, semoga bermanfaat ya gaes!

Tips Budgeting Keuangan Pasangan Suami Istri

Jadi kemarin mindu abis baca artikel gitu, ternyata penyebab kegagalan rumah tangga yang paling sering terjadi itu salah satunya karena masalah finansial.

Emang sih, duit itu persoalan yang sensitif walaupun udah berumah tangga, tapi kalau dianggap tabu terus dan tidak pernah coba untuk dibahas lebih jauh ya bakalan susah berkepanjangan.

  1. Bagi Rata Penghasilan
    Buatlah daftar kebutuhan rumah tangga selama sebulan, mulai dari biaya listrik, keamanan, sampai cicilan atau tagihan lainnya. Kemudian jumlahkan pengeluaran tersebut, terus dibagia dua.

    Contoh : Jumlah pengeluaran 8 juta per bulan, maka di bagi 2. Jadinya masing – masing mengeluarkan 4 juta per bulan.

  2. Bagi Sesuai Gaji Masing – Masing
    Pembagian budgeting berdasarkan jumlah penghasilan yang dimiliki masing – masing. Jumlahkan kedua penghasilan, lalu gaji masing – masing dibagi total penghasilan keduanya.

    Contoh : Gaji suami 7 juta dan gaji istri 3 juta yang berarti totalnya 10 juta. Berarti suami harus mengeluarkan 70%, dan istri harus mengeluarkan 30% dari gajinya.

  3. Bagi Berdasarkan Kesepakatan Bersama
    Diskusikan dan sepakati dengan pasangan kamu, siapa yang akan menanggung biaya apa sesuai dengan besarnya pendapatan. Jika gaji suami lebih besar dari gaji istri, tidak ada salahnya suami nanggung biaya kebutuhan yang lebih besar.

    Contoh : Istri menanggung biaya belanja bulanan, listrik, air. Suami menanggung cicilan rumah, mobil, investasi.

Menikah itu berarti memilih untuk hidup dengan tanggung jawab yang lebih besar. Oleh karena itu, penting banget untuk menentukan skala prioritas agar pengeluaran rumah tanggamu bisa tetap diatur dan dikendalikan serta tidak timbul konflik karena keuangan.

Ingat, harus saling terbuka dan sepakat bareng – bareng. Semoga dengan tulisan ini bisa membantu keuangan dalam rumah tangga anda ya!

Perbedaan Tidak Bisa dan Tidak Mau

Ada peluang yang bagus, bilangnya “Aduh, kayaknya nggak bisa deh”.

Pengen capai impian, tapi udah mikir duluan “Nggak akan bisa ini mah, aku nggak akan mampu”.

Padahal belum juga dicoba, itu sih bukan nggak bisa tapi nggak mau aja. Beda kan?

Kalau kamu masih suka mikir kayak gitu, yuk coba ubah mindsetnya pelan-pelan. Coba baca postingan di atas deh, semoga kisah Warren Buffett ini bisa membuka pikiran kita semua.

Seringkali dalam melakukan sesuatu atau saat diberi kepercayaan oleh orang lain. Kita menolak dengan mengatakan “Wah, aku nggak bisa” dengan berbagai alasan. Hey sadarlah!

Memangnya kamu kira orang dari bayi udah langsung bisa jago main saham kayak Warren Buffett gitu? Warren Buffett aja dari zaman masih kecil sampai remaja sudah harus melakukan banyak kerjaan sampingan loh, nggak cuma sekolah aja.

Mulai dari jualan permen karet, coca-cola, hingga koran. Penghasilannya dikumpulin dan akhirnya digunakan untuk beli peternakan di usia 15 tahun. Dari kecil Buffett sudah kenal investasi saham karena ayahnya kerja di kantor saham.

Umur 11 tahun dia mulai investasi saham pertama kali tapi tidak berjalan mulus. Buffett mengalami kerugian karena harga sahamnya turun, akhirnya dijual deh. Eh, pas dijual malah naik berkali lipat.

Dari kejadian tersebut Buffett belajar untuk tidak tergesa – gesa saat mengambil keputusan dan sabar dalam berinvestasi. Ia pun belajar dari sebuah buku berjudul The Intelligent Investor (1949), karya Benjamin Graham. Buffett benar – benar mengidolakan Benjamin Graham.

Sampai akhirnya Buffett rela bekerja untuk Graham tanpa dibayar sama sekali. Tahun 1954 hingga 1956, Buffett bekerja sebagai security analyst di perusahaan milik Graham, Graham-Newman Corp. Nah, dari sinilah Buffett banyak belajar mengenal teknik – teknik investasi yang menjadi dasar dalam berbisnis dan akhirnya punya perusahaan sendiri.

Apa yang bisa kita petik dari kisah Warren Buffett ini?

Semua orang itu bisa, asalkan :

  • Mau berusaha melakukannya
  • Tidak malas belajar
  • Pantang menyerah mesti gagal
  • Pintar menyerap ilmu dan menikmati proses

Walaupun saat ini kamu belum sehebat Warren Buffett atau orang lain yang kamu idolakan, tapi tidak ada salahnya kok untuk mulai melakukan apa yang ingin kamu lakukan. Wajar kalau salah dan gagal di awal, yang penting terus jalanin prosesnya sampai berhasil dan belajar dari kegagalanmu.

Waspada Monkey Business! Jangan Sampai Tertipu

Pernah dengar soal Monkey Business?

Ini loh bisnis yang bikin orang jadi rugi bahkan disebut penipuan karena cuma nguntungin si pemilik bisnisnya aja. Karena kondisi serba sulit kayak sekarang, banyak banget orang yang gampang tergiur tawaran bisnis yang bilangnya menjanjikan, bisa dapat duit berlipat ganda dengan cepat, padahal nggak jelas.

Ada yang pernah ngalamin atau hampir jadi korban monkey business nggak? Eh, tapi jangan sampai deh ya 🙁 pokoknya tetap hati-hati ya gaes!

Apa itu monkey bisnis? Bukan ya, bukan bisnis kayak jual beli monyet dong maksudnya. Monkey Business itu bisa dikatakan sebuah strategi bisnis. Akan tetapi, strategi bisnis yang membuat orang lain rugi dan suatu oknum mendapatkan keuntungan untuk dirinya sendiri meskipun harus melakukan penipuan.

Seperti Apa Contoh Monkey Business?

Salah satu contoh monkey business adalah investasi bodong. Biasanya banyak tersebar di grup telegram. Pada awalnya kelihatan menjanjikan, apalagi diiming – imingi keuntungan yang berlipat ganda dan cepat gitu.

Banyak testimoni yang membuat bisnis ini semakin terlihat nyata. Akan tetapi setelah kamu ikutan dan membayar deposit, si pemilik bisnis akan memblokir kamu dan hilang tanpa kabar.

Kejadian seperti ini juga sering terjadi di aplikasi – aplikasi yang dapat kalian unduh di smartphone. Biasanya aplikasi seperti ini tidak diawasi oleh OJK, harus melakukan deposit sejumlah uang, dan menyelesaikan beberapa misi.

Pada awal rilis aplikasinya memang memberi keuntungan kepada penggunanya, tetapi ketika makin lama makin banyak penggunanya, iuran depositnya akan dinaikkan, tidak butuh waktu yang lama nanti si developer aplikasi itu akan hilang dan aplikasinya error. Akhirnya uang yang sudah di depositkan dengan iming – iming tinggi itu terjebak di aplikasi tersebut dan sudah dibawa kabur oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Jadi, jangan percaya deh kalau misalnya ada yang menawarkan investasi atau aplikasi penghasil duit yang instan, dapat duit dengan cepat dan banyak. Jangan mudah kemakan kata – kata dan bukti palsu, bisa – bisa duit kamu yang jadi korban.

Cara Menghindari Kegagalan dalam Berinvestasi

Kamu pernah ngalamin kegagalan atau rugi saat investasi nggak? Kira- kira menurut kamu kenapa tuh?

Btw, Mindu udah ngerangkumin nih soal apa yang jadi penyebab investasi itu bisa gagal dan jadi rugi. Coba simak alasan – alasan dibawah ini deh, kamu juga bisa ikuti tipsnya biar nggak zonk dalam berinvestasi.

Penyebab Rugi dalam Berinvestasi

Kegagalan dalam berinvestasi itu memang seperti mimmpi buruk bagi investor. Kalau investasinya gagal, alhasil bakalan rugi nih. Kamu perlu mengetahui dulu penyebabnya supaya kamu tau cara memperbaikinya. Karena ada kok cara untuk meminimalisir terjadinya kerugian dalam berinvestasi.

  1. Tidak Realistis
    Harus realistis, yang namanya investasi itu pasti punya resiko, bisa naik dan bisa turun harganya sehingga keuntungannya memang tidak menentu. Jadi, kalau gagal di awal ya jangan kaget apalagi langsung kapok dan menganggap kalau kamu kena tipu. Kamu juga harus punya ekspektasi yang realistis bahwa investasi tidak akan bikin kamu cepat kaya dan untung terus, semua juga butuh proses.
  2. Tidak Paham Manajemen Risiko
    Dalam dunia investasi, kamu harus ngerti resikonya dan cara meminimalisirnya. Kamu juga harus tau kapan harus investasi jangka pendek dan jangka panjang serta apa saja aset yang ingin diinvestasikan. Lokasi penyebaran tempat investasi juga harus dipertimbangkan. Nah kalau paham semua itu, pasti berinvestasi bisa berjalan sesuai harapa deh.
  3. Modal Nekat
    Di dunia investasi, kamu harus paham waktu yang tepat untuk ngegas dan kapan harus ngerem biar kalau jatuh tidak kebablasan. Jangan investasi dengan mengikuti trend aja tanpa menganalisanya dulu, apalagi kalau langsung dengan modal yang besar, resikonya juga pasti besar.

Cara Menghindari Investasi Agar Tidak Zonk

  • Tenang dan Jangan Panik
    Buru – buru ambil keputusan malah beresiko mengalami kegagalan yang sama dan membuat keputusan investasi semakin buruk.
  • Cari Tau Akar Penyebabnya
    Dengan mengetahui penyebabnya, maka kamu akan lebih mudah dalam menghindari penyebab gagal investasi lagi.
  • Belajar dari Ahlinya
    Dengan berkonsultasi, kamu bisa dapat pelajaran yang lebih detail dan bermanfaat untuk menghindari kegagalan investasi di lain waktu.
  • Tetap Semangat dan Jangan Menyerah
    Investasi itu butuh perjuangan dan proses. Pastikan kamu selalu bangkit kembali kalau gagal biar tujuan investasi kamu tercapai.

Belajar Dari Hamster dalam Membuat Dana Darurat

Keadaan pandemi kayak gini tuh ngajarin banget ke kita betapa pentingnya punya dana darurat untuk membiayai hal tak terduga ya.

Kita nggak pernah tau apakah penghasilan kita saat ini masih bisa kita dapatkan nanti? Korban PHK, warung tutup bahkan perusahaan besar pun udah jadi korban. Apalagi kalau sampai sakit terkena virus dan harus dirawat. Duh..

Hal yang bisa kita lakukan adalah mulai menyiapkan dana darurat agar kondisi finansial di masa depan bisa terselamatkan. Dan ternyataaaaa, hal itu bisa kita pelajari dari kebiasaan hamster loh!

Belajar dari Hamster untuk Membuat Dana Darurat

Siapa disini yang punya peliharaan hamster? Coba perhatiin deh gimana reaksinya kalau dikasih makan. Apa yang dilakukan si hamster? Lansung dilahap semuanya sampai pipinya ngembang, bukan?

Eits, tapi jangan salah sangka ya, itu bukan karena dia rakus loh. Si hamster ini pun tidak menelan semua makanannya kok, dia cuma menyimpan di mulutnya aja. Pas keadaan sudah sepi, si hamster keluarin lagi makanan yang disimpan di mulutnya tadi, terus dimakan sebagian. Hal ini sengaja dilakukan hamster untuk sebagai cadangan jika nanti lapar.

Terus, Apa Hubungannya dengan Dana Darurat?

Sebenarnya, ada hal yang bisa dipelajari dari cara si hamster itu. Ibaratnya duit kita itu adalah makanan hamster. Pada saat kita dapat duit, sebaiknya jangan langsung dihabiskan karena nafsu atau kesenangan sesaat. Tetapi alangkah baiknya jika disimpan juga untuk keadaan darurat nanti (dana darurat).

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok, lusa, seminggu kemudian, sebulan kemudian, setahun kemudian, dan seterusnya. Sekarang mungkin duit kamu banyak terus, bisa aja dihabiskan gajinya atau pendapatan setiap bulan. Tapi, siapa yang tahu setahun kemudian kondisi akan menjadi seperti apa?

Belajarlah dari hamster, dia menerima ketika diberi banyak makanan, tapi dia tidak rakus dan tahu bagaimana cara menyimpan dan menggunakannya ketika dia merasa butuh (lapar).

Jadi, kalau kamu dapat duit, ingat untuk jangan langsung menghabiskannya, tapi sisihkan dulu untuk ditabung atau diinvestasikan ya!

Source : instagram @haloduit